City Portal of Pekanbaru

Disebut mau mengebom di tahun baru, Densus tak temukan peledak di Jatiluhur

penggerebekan-teroris.jpg
(ist)

BERBEDA dengan penangkapan di Bekasi dan Tangeran Selatan, aparat Densus 88 Antiteror Polri tidak menemukan bahan peledak dalam penggerebekan tempat persembunyian empat orang terduga teroris di wilayah Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Minggu (25/12).

Dalam penggerebekan tersebut, dua terduga teroris tewas ditembak karena coba melawan pakai golok.

"(Bahan peledak) ditemukan dalam penggerebekan di Tangerang beberapa waktu lalu. Di sini (Purwakarta) tidak ditemukan bahan peledak," kata Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan, saat meninjau lokasi penggerebekan di Jatiluhur, Purwakarta.

Meski demikian, petugas terus menyisir lokasi penggerebekan. Termasuk menyisir area dalam danau (waduk) Jatiluhur.

Hal tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa di lokasi kejadian benar-benar aman dan steril.

Dalam penyisiran itu petugas menyita senjata tajam serta surat yang bersedia menjadi calon pengantin bom bunuh diri.

"Di sini tidak ditemukan bahan peledak," kata Kapolda.

Penangkapan terduga teroris di Purwakarta dimulai Minggu pagi. "Sekitar pukul 09.00 WIB bertempat di Jalan Ubrug, Cibinong, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta telah ditangkap dua orang terduga teroris namanya Ivan dan Rijal," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol Rikwanto.

Setelah menangkap keduanya, Densus lalu memburu dua rekan Ivan dan Rijal dengan mengintai tempat persembunyian mereka di Waduk Jatiluhur.

Kemudian sekitar pukul 12.00 WIB, tim Densus menggerebek Rumah Terapung Danau Jatiluhur. Ketika hendak ditangkap, dua terduga teroris bernama Abu Sofi dan Abu Fais melakukan perlawanan hingga petugas terpaksa melepaskan tembakan.

"Ada perlawanan dari keduanya, setelah kontak senjata, keduanya (terduga teroris Abu Sofi dan Abu Fais) meninggal dunia," ujar perwira tinggi tersebut.

Para terduga teroris itu diduga akan beraksi pada saat malam pergantian tahun.

"Para terduga teroris akan merencanakan aksi pidana terorisme pada hari raya Natal dan Tahun Baru 2017," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar. (ant/dtc/sfa)