City Portal of Pekanbaru


Tindak kriminal bakal melonjak kalau PLN melaksanakan ancamannya

lampu-jalan.jpg
(ist)

ANCAMAN Perusahaan Listrik Negara (PLN) memutus aliran listrik lampu-lampu jalan di seantero Kota Pekanbaru ikut menjadi perhatian Kepolisian Daerah (Polda) Riau. Gelap-gelapan di malam hari bisa memicu kerawanan dan meningkatkan tindak kriminal.

Pemerintah Kota Pekanbaru sudah menunggak pembayaran penerangan jalan umum (PJU) selama tiga bulan, Oktober hingga Desember. Total tunggakan Rp 19,8 miliar.

PLN Wilayah Riau Kepri member tenggat waktu terakhir pembayaran hingga 31 Desember 2016 nanti.

"Ini (pemadaman lampu penerangan jalan umum) menjadi salah satu faktor kerawanan, karena situasi yang gelap berpotensi mengganggu keamanan ketertiban masyarakat," kata Kepala Bidang Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo, seperti dikutip dari antarariau, Minggu (25/12).

Guntur khawatir apabila penerangan jalan umum dipadamkan oleh PLN, akan membuat tingkat kriminalitas menjadi tinggi.

Menurut dia, pelaku tindak pidana kriminal kerap beraksi di area yang gelap dengan minim penerangan. Sementara ketika lampu-lampu jalan dimatikan, maka seluruh jalanan di Kota Pekanbaru akan gelap sehingga angka kejahatan berpotensi meningkat.

"Jangan sampai nanti dimanfaatkan pihak-pihak tertentu mengambil kesempatan dengan kondisi ini dan berakibat menimbulkan kerawanan Kamtibmas. Jangan sampai terjadi," ujarnya.

Untuk itu, Guntur berharap pihak-pihak terkait dapat segera mencarikan solusi terbaik sehingga hal yang dikhawatirkan tidak terjadi.

Lebih jauh, selain mengkhawatirkan meningkatnya angka kriminalitas, dia juga meminta agar PLN dan Pemko Pekanbaru dapat menjelaskan kepada masyarakat perihal pemadaman PJU tersebut.

Hal itu disampaikannya mengingat saat ini sebagian masyarakat sedang merayakan Natal dan kemudian Tahun Baru 2017. Jangan sampai pemadaman lampu penerangan umum menimbulkan persepsi yang salah di sebagian masyarakat.

"Dampaknya tidak hanya kejahatan, tapi miskomunikasi antar kelompok sehingga menimbulkan hal kontra produktif. Ini yang harus diantisipasi," kata dia.

Selama ini, pembayaran penerangan jalan umum dilakukan masyarakat melalui tagihan listrik bulanan memang dikumpulkan lebih dulu oleh Pemko Pekanbaru, sebelum disetorkan lagi ke PLN.

Tapi dalam tiga bulan terakhir setoran ke PLN macet. Rinciannya, tunggakan Oktober Rp6,52 miliar, November Rp6,61 miliar, dan bulan Desember Rp6,71 miliar.

Plt Wali Kota Pekanbaru Edwar Sanger berdalih, kas kota lagi kosong sehingga ia minta lagi untuk bisa melunasi tunggakan itu. Hal senada disampaikan Sekda Kota Pekanbaru M. Noer. (sfa)