City Portal of Pekanbaru


25 bus hibah datang, pemerintah kota bingung biaya operasionalnya

bus-metro.jpg
(ist)

SEBANYAK 25 unit bus hibah dari Kementerian Perhubungan sudah tiba di Pekanbaru. Rencananya bus-bus itu akan dioperasikan untuk transporrtasi massal di awal tahun depan.

"Kemarin 25 bus ukuran sedang hibah dari Kemenhub sudah tiba di Pekanbaru," kata Kadishubkominfo Pekanbaru Arifin Harahap, Senin (26/12).

Menurut Arifin, pihaknya baru bisa mengoperasikan 25 unis bus tahun depan, karena tahun ini sudah akhir realisasi anggaran dan segera tutup buku. "Sementara untuk pengoperasian perlu biaya," kata dia lagi.

Sebanyak 25 unit bus yang baru tiba di Pekanbaru tersebut direncanakan akan digunakan untuk memperkuat armada Bus Trans Metro Pekanbaru (TMP), yang kini di bawah pengelolaan Dishubkominfo Kota Pekanbaru.

Rute yang dilayani bus-bus itu adalah koridor yang belum terjangkau oleh Bus TMP ukuran besar, seperti koridor Jalan Paus. Selain itu, masih ada rute yang juga membutuhkan bus tiga perempat, seperti Jalan Kartama.

Kepala UPTD Pengelola dan Pengawasan Angkutan Perkotaan (PPAP) Dishubkominfo Kota Pekanbaru Wisnu Haryanto mengungkapkan, pada APBD 2017, pihaknya hanya mendapatkan anggaran untuk biaya operasional 45 unit bus dari 50 unit bus hibah terdahulu.

"Kami hanya anggarkan biaya operasional untuk 45 unit bus. Sisanya lima lagi untuk cadangan," ujar Wisnu.

Dia mengakui dana operasional untuk 25 bus hibah dari Kementerian Perhubungan belum dianggarkan dalam APBD 2017. Sehingga untuk sementara diparkir dulu di Terminal Bandar Raya Payung Sekaki (BRPS).

Menurut dia, segala upaya akan dilakukan, termasuk meminta dukungan dari pemerintah pusat. Artinya, tidak hanya bantuan bus saja, akan tetapi anggaran operasionalnya juga dibantu.

"Kami sudah ajukan bantuan biaya operasional ke pusat, namun sampai saat ini belum ada balasan," kata dia. (ant/sfa)