City Portal of Pekanbaru


Berstatus terpidana, Gerindra ajukan pergantian antar waktu untuk Aseng

aseng-rohil.jpg
(ist)

DEWAN Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Gerindra Provinsi Riau mengajukan pergantian antar waktu (PAW) anggotanya di DPRD Riau, Siswadja Muljadi alias Aseng, ke dewan pimpinan pusat partai. Pasalnya, Aseng kini telah berstatus terpidana atas kasus pembukaan lahan di kawasan hutan.

"Kita teruskan ke DPP. Mohon petunjuk apakah Siswadja ini mau di-PAW atau tidak. Jika sesuai aturan harus di-PAW, maka akan kita PAW. Kita menunggu petunjuk dari DPP dulu," kata Ketua DPW Gerindra Riau Eddy Tanjung, seperti dikutip dari Antara, Senin (26/12).

Bersamaan dengan itu dia juga menyampaikan salinan putusan eksekusi dari tempat perkara yakni Kejaksaan Negeri Rokan Hilir. Dalam kasus itu, Aseng divonis 1 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider tiga bulan kurungan.

"Kita baru dapat beberapa minggu yang lalu," ungkap Eddy Tanjung, yang juga anggota DPR dari derah pemilihan Riau.

Selain itu, lanjut dia, DPD Gerindra Riau juga melampirkan tata tertib yang berlaku di DPRD Riau yang menyatakan jika seorang anggota dewan mangkir mengikuti rapat paripurna sebanyak enam kali secara berturut-turut, maka status keanggotaannya akan diganti.

"Kalau tatib katanya, di DPRD Riau, enam kali tidak ikut paripurna, harus di PAW. Aturannya begitu. Nah, aturan yang ada kita sampaikan. DPP yang memutuskan," tambahnya.

Sementara itu Siswadja awalnya dititipkan di Rumah Tahanan Cabang Bengkalis di Bagansiapiapi, Rohil, sejak 16 November 2016, dan selanjutnya dipindahkan Lembaga Pemasyarakatan Bangkinang, Kabupaten Kampar.

Siswadja dieksekusi dan berkekuatan hukum tetap berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI Nomor : 2510.K/PID.SUS/2015 tanggal 31 Agustus 2016. Dalam putusan tersebut, Siswadja dinyatakan bersalah dalam membuka perkebunan sawit karena tidak memiliki izin usaha perkebunan.

Jika diberhentikan sebagai anggota DPRD Riau, Siswadja Muljadi akan digantikan oleh Dewi Sri Wahyuni. Dewi merupakan peraih suara terbanyak kedua untuk Gerindra di daerah Pemilihan Rokan Hilir setelah Aseng, pada Pemilu Legislatif tahun 2014 lalu. (sfa)