City Portal of Pekanbaru

Diluruskan, surat terduga teroris bukan pernyataan 'pengantin' bom bunuh diri

surat-terduga-teroris.jpg
(antara)

DALAM jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Senin (26/12), Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Rikwanto juga berbicara soal secarik kertas berisi pernyataan terduga teroris yang digerebek di rumah jala apung Bendungan Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat.

Rikwanto meluruskan, surat itu yang ditulis tangan itu bukan pernyataan siap menjadi 'pengantin' bom bunuh diri.

"Tetapi surat pernyataan bahwa Abu Fais dan kawan-kawan seperti memberi instruksi kepada kelompoknya untuk siap melakukan kegiatannya melawan kepolisian dan melakukan teror, kaitannya dengan Natal dan Tahun Baru," papar Rikwanto.

Berikut isi surat pernyataan dari terduga teroris tersebut:

Bismillahirrahmanirrahim

Wahai kalian bala tentara thogut, sesungguhnya hari ini dan seterusnya akan menjadi hari-hari yang penuh ketakutan dan hari yang kelam bagi kalian. Kami akan mendatangi kalian di mana saja kalian berada.

Kami akan mengintai pos-pos kalian, rumah-rumah kalian, baik itu di tempat keramaian atau sepi, siang atau malam, kami akan jadikan sisa-sisa umur kalian diujung pisau-pisau kami. Jikalau engkau tidak bertobat dari kekafiran dan kedzaliman kalian dari pada kaum muslimin.

Kalian yang sudah memenjarakan saudara-saudara kami, menyiksa dan membunuh para mujahid yang berjuang menegakkan syariat Allah. Sesungguhnya bumi ini milik Allah dan tidak sepantasnya kalian berhukum selain hukum Allah. Dan kalian adalah penegak hukum hukum syaitan.

Maka kami telah datang dengan penyembelihan sehingga Allah saja yang diibadati. Maka tunggulah adzab Allah atas kalian dari tangan-tangan para mujahid.

Junud Khilafah Islamiyah Nusantara.

Sebelumnya Rikwanto menjelaskan, empat teroris yang digerebek di kawasan Bendungan Jatiluhur hendak menyerang pos polisi di malam tahun baru nanti. Bukan dengan bom, tapi menggunakan golok dan pisau.

"Mereka berempat adalah satu kesatuan. Dipimpin oleh Abu Fais. Mereka memang ada berencana melakukan tindakan untuk melakukan serbuan ke pos polisi di sekitar Purwakarta. Mereka sudah survei ke beberapa tempat. Dan kesimpulannya mengambil (menyerang) pos polisi," kata Rikwanto, seperti dikutip dari antaranews.

Baca juga : Bukan Pakai Bom, Abu Fais Cs Hendak Serang Pos Polisi Dengan Golok

Menurut Rikwanto, kelompok terduga teroris itu memilih pos polisi sebagai target karena penjagaannya sedikit.

"Dan penyerangan itu dilakukan saat malam tahun baru," ungkapnya.

Dia merinci, dua orang akan melakukan penyerangan dengan membawa senjata tajam, yaitu pisau dan golok.

"Dua orang mengawasi untuk siap membawa mereka melarikan diri," ucap Rikwanto.

Seperti diketahui, pada Minggu (25/12) tepatnya pukul 11.30 WIB, aparat Densus 88 Antiteror Polri melakukan penangkapan terhadap empat orang terduga pelaku terorisme.

Dua orang ditangkap di Jalan Ubrug, Cibinong, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta atas nama Ivan dan Rijal.

Sementara dua orang lagi atas nama Abu Sofi dan Abu Fais digerebek di rumah jala apung Bendungan Jatiluhur. Mereka melakukan perlawanan dengan golok, sehingga terpaksa ditembak hingga akhirnya meninggal dunia.

"Dua yang tertangkap saat ini sudah diamankan di Mako Brimob. Atas nama Rizal dan Ivan. Sedangkan yang meninggal dunia akibat tertembak atas nama Abu Sofi dan Abu Fais sudah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati," kata Rikwanto. (sfa)

Mungkin menarik bagi anda :