City Portal of Pekanbaru

Geger jasad wanita dalam goni terkubur di ladang jagung, polisi buru suami

jasad-wanita.jpg
(ist)

WARGA Gang Pesantren, Jl Pesantren, Kecamatan Tenayan Raya, digegerkan oleh penemuan jasad wanita di dalam goni yang dikubur di area kebun jagung, Senin (26/12).

Jasad itu akhirnya diketahui Fatika, atau biasa disapa Lika. Diduga perempuan 27 tahun asal Malang, Jawa Timur, itu dibunuh oleh suaminya sendiri, Mahmudi (36). Pasalnya, Mahmudi tak tampak batang hidungnya saat penemuan jasad istrinya itu.

Padahal, tempat jasad istrinya terkubur tak jauh dari pondok tempat mereka tinggal. Kepolisian kini memburu Mahmudi.

"Pelaku (pembunuhan) diduga kuat adalah suami korban sendiri,” ujar Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Pekanbaru Kompol Bimo Ariyanto kepada pers di lokasi kejadian, didampingi Kapolsek Tenayan Raya Kompol Indra Rusdi, seperti dikutip dari riauterkini.com.

Pembunuhan Lika terkuak setelah warga mencium bau busuk menyengat di sekitar kebun jagung. Warga kemudian mencari sumber bau tersebut dan menemukan gundukan tanah yang mencurigakan.

Mereka berinisiatif menggalinya, dan menemukan jasad manusia yang telah membusuk, Senin siang. Warga kemudian segera melapor ke Polsek Tenayan Raya.

Berdasarkan keterangan polisi, terdapat beberapa tusukan di jasad Lika. Salah satunya di dada bagian kiri.

Diduga kuat pembunuhan telah berlangsung sekitar seminggu. Berdasarkan kesaksian seorang warga, Suci (45), ia terakhir bertemu Lika sekitar seminggu lalu.

Dia menuturkan, pasangan itu tinggal di wilayah itu sekitar tujuh tahun. Mereka kerap cekcok, yang diduga dipicu kecemburuan Mahmudi.

Lika lebih banyak diam di rumah. Jarang bersosialisasi dengan warga sekitar. Sempat bekerja di tempat usaha bikin kerupuk. Tapi hanya sebentar. Disuruh suaminya berhenti bekerja. “Katanya, suaminya suka cemburu,” kata Suci, seperti dikutip dari goriau.com.

Sementara dari keterangan warga kepada polisi, Mahmudi terakhir terlihat di pondoknya kemarin, Minggu (25/12). “Sehari sebelum jasad korban ditemukan, suami korban sudah tak ada lagi di pondok tempat tinggalnya,” kata Kompol Bimo Ariyanto. (sfa)