City Portal of Pekanbaru

Lagi, polisi gagalkan penyelundupan 200 karung bawang merah asal Malaysia

bawang-selundupan.jpg
(ist)

SEPERTI tak habis-habisnya penangkapan barang selundupan melalui pelabuhan tikus yang bertebaran di Kota Dumai.

Yang paling akhir, Satuan Polisi Perairan (Satpolair) Polresta Dumai menggagalkan upaya penyelundupan 200 karung bawang merah ilegal asal Malaysia.

"Dari upaya penangkapan ini, kami telah menetapkan seorang tersangka berinisial Su," kata Kapolresta Dumai AKBP DH Ginting, Selasa (27/12).

Pengungkapan kasus penyelundupan ini dilakukan oleh jajaran Polisi Air yang sedang melakukan patroli rutin, Senin (26/12), di perairan Tanjung Kelurahan Batu Teririp, Kecamatan Sungai Sembilan.

Polisi yang berpatroli menggunakan kapal cepat IV-1202 melihat sebuah kapal mencurigakan di perairan. Kapal tersebut terlihat sarat muatan dan berusaha menghindari petugas yang sedang patroli.

Berawal dari kecurigaan tersebut, polisi langsung melakukan pemeriksaan. Hasilnya diperoleh bahwa kapal tanpa nama lambung itu kedapatan mengangkut sekitar 200 karung bawang atau sekitar 20 ton selundupan.

Prian berinisial Su yang merupakan nakhoda kapal juga tidak dapat menunjukkan dokumen resmi mengangkut komoditas tersebut.

Saat ini tersangka dan barang bukti diamankan untuk proses penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut.

Penyelundupan bawang merah asal luar negeri melalui pelabuhan-pelabuhan tikus di pesisir Riau masih cukup sering terjadi. Di antara wilayah yang menjadi 'langganan' masuknya hasil pertanian itu adalah Bengkalis, Dumai, Rokan Hilir dan Meranti.

Selain bawang, wilayah tersebut kerap menjadi pintu masuk untuk penyelundupan barang seperti pakaian bekas, makanan hingga narkoba.

Panjangnya garis pantai yang tidak didukung personil serta peralatan yang memadai menjadi alasan kurang maksimalnya pengawasan di wilayah perbatasan tersebut. (ant/sfa)