City Portal of Pekanbaru

Saktinya La Nyalla, tiga kali menang praperadilan kini bebas di Tipikor

la-nyalla-bebas.jpg
(ist)

PARA pendukung La Nyalla Mahmud Mattalitti bersorak mendengar vonis bebas untuk mantan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Selasa (27/12) siang.

La Nyalla sendiri kemudian sujud syukur di lantai ruang pengadilan.

Majelis hakim menyatakan La Nyalla tidak terbukti melakukan korupsi dana hibah sebesar Rp 1,1 miliar.

"Menyatakan terdakwa La Nyalla Mattalitti tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan korupsi," kata ketua majelis hakim, Sumpeno, Selasa.

Sebelum diajukan ke pengadilan, La Nyalla sempat menjadi buron. Mantan Ketua Umum PSSI itu sempat berada di Singapura sebelum akhirnya kembali ke Tanah Air dan menjalani persidangan.

Jaksa mendakwa La Nyalla terbukti melakukan tindak pidana korupsi dengan memperkaya diri sendiri Rp 1.105.577.500 terkait APBD Jawa Timur yang disalurkan ke Kadin Jatim. Tapi hal itu ditolak majelis hakim.

"Memerintahkan terdakwa dikeluarkan dari tahanan. Memulihkan hak terdakwa," kata hakim Sumpeno.

Mendengar vonis bebas tersebut, La Nyalla seperti menahan tangis . Matanya berkaca-kaca. La Nyalla tidak kuasa menahan kegembiraannya dan langsung sujud syukur di ruangan. Ia lalu kembali duduk dan dipeluk kerabatnya.

Di bangku pengunjung, pengunjung langsung bersorak. "Alhamdulillah!" Terdengar pula gema takbir. Para pendukung La Nyalla ini sudah tiba di pengadilan sejak pagi. Sebagian dari mereka bahkan datang dari Surabaya.

Sebelumnya jaksa penuntut umum meminta majelis hakim menjatuhkan hukuman enam tahun penjara ditambah denda Rp500 juta subsider enam bulan kurungan dan kewajiban membayar uang pengganti Rp1,1 miliar kepada La Nyalla.

Menurut jaksa, La Nyalla diduga kuat mengorupsi dana hibah pengembangan ekonomi Provinsi Jawa Timur, sehingga merugikan keuangan negara sampai Rp26,654 miliar.

Tuntutan itu disampaikan berdasarkan dakwaan subsider menggunakan Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang No.31/1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang No.20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 jo pasal 65 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Dalam kasus ini, dua orang telah divonis bersalah. Mereka itu adalah Diar Kusuma Putra (Wakil Ketua Umum Bidang Pengembangan Jaringan Usaha Kadin Jatim) dan Nelson Sembiring (Wakil Ketua Umum Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral Kadin Jatim). Diar dihukum 1,2 tahun penjara, sedangkan Nelson 5,8 tahun penjara.

Atas putusan bebas La Nyalla tersebut, jaksa penuntut I Made Suarnawan menyatakan masih pikir-pikir.

Bagi La Nyalla ini merupakan kesekiankalinya ia menang melawan jaksa. Sebelumnya ia tercatat tiga kali menang praperadilan melawan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur terkait penetapan dirinya sebagai tersangka. (rpblk/dtc/ant/tmp/sfa)