City Portal of Pekanbaru


Sebelas penghuni rumah disekap 17 jam di kamar mandi sempit tak berventilasi

rumah-mewah-dirampok.jpg
(ist)

ENAM dari 11 orang yang tewas disekap di kamar mandi sempit di rumah mewah kawasan elite Pulomas Utara, Jakarta Timur, Selasa (27/12), hampir dipastikan karena kehabisan oksigen.

Selain disekap begitu lama, sekitar 17 jam, dugaan itu diperkuat temuan polisi bahwa tak ada ventilasi di kamar mandi berukuran 1,5 meter x 1,5 meter tersebut.

"Korban dimasukkan dan disekap di dalam kamar mandi, ya disekap dari pukul 3 sore (Senin)dan ketahuan pukul 8 pagi tadi, itu 17 jam (lamanya," kata Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan yang turun langsung ke lokasi kejadian.

Menurut Iriawan, korban tewas diduga karena kehabisan oksigen. "Tapi kita tetap lakukan autopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban," kata Iriawan.

Menurut Iriawan, memang kondisi kamar mandi tersebut terbilang kecil. Belum lagi tidak adanya ventilasi di dalam kamar mandi tersebut.

"Keterangan sementara kehabisan oksigen," kata Iriawan.

Mengenai motif, Kapolda mengatakan saat ini belum mengetahui apakah peristiwa tersebut adalah murni perampokan. Meski dari seluruh ruangan di rumah berlantai dua tersebut berantakan.

"Kami belum bilang perampokan, motifnya masih kami dalami. Benda-benda yang hilang sedang kita tanyakan ke korban yang selamat, karena kita tidak tahu barang-barang yang hilang itu apa saja," ujar Kapolda.

Enam orang yang meninggal dunia yakni Dodi Triono (59), Diona Arika (16), Dianita Gemma (9), Amel yang merupakan teman anak korban, Yanto dan Tasrok yang merupakan sopir keluarga.

Sementara lima orang ditemukan selamat, yakni Zanette Kalila (13), Emi, Santi (22), dan Fitriani serta Windy yang merupakan pembantu rumah tangga.

Aparat Polsek Pulogadung mendapat informasi perampokan tersebut setelah seorang kerabat, Sheila Putri, datang ke Pospol Kayuputih pada pukul 09:25.

Petugas kepolisian yang datang ke lokasi menemukan korban tewas dalam kamar mandi ukuran 1,5 meter x 1,5 meter. Kamar mandi itu dalam keadaan terkunci.

Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan menjelaskan, korban pertama kali ditemukan oleh kerabat yang datang ke rumah tersebut. Begitu tiba, pintu sudah terbuka dan terdengar teriakan minta tolong dari dalam rumah.

"Saat ditemukan awalnya itu kerabat yang akan datang saat pintu sudah terbuka masuk ke dalam ada suara minta tolong terus pintu didobrak," jelasnya. (lp6/kps/pskt/sfa)