City Portal of Pekanbaru


Tiga tuntutan guru honorer dikabulkan, satu lagi masih didiskusikan

guru-honorer.jpg
(ist)

RATUSAN guru tidak tetap (GTT) atau honor dan tenaga administrasi yang berunjuk rasa juga memprotes surat edaran Sekretariat Kota Pekanbaru, karena dianggap menyulitkan mereka dalam mengurus administrasi perpanjangan kontrak.

"Kami protes surat edaran Setko Pekanbaru yang diterbitkan Sabtu lalu tentang perpanjangan kontrak tenaga honor dan guru. Kami jadi buru-buru. Hanya diberi waktu hari ini untuk melengkapi semua berkas," kata Ketua Forum Tenaga Honorer Kategori Dua (K2) Pekanbaru M Alamin di kantoe Wali Kota Pekanbaru, Selasa (27/120.

Dia mengungkapkan, 438 guru honor dan semua tenaga administrasi menolak kebijakan itu. Karena sejak surat edaran masuk Sabtu (24/12), mereka tidak diberi ruang waktu yang cukup untuk memasukkan berkas perpanjangan kontrak kerja.

"Sabtu, Minggu dan Senin semua kantor tutup, sementara Selasa semua berkas perpanjangan kontrak harus dikumpulkan," kata dia.

Padahal, sambung dia, dalam edaran ditegaskan bagi guru dan tenaga administrasi yang tidak memasukkan berkas hari ini pukul 12.00 WIB dianggap mengundurkan diri atau tidak bekerja lagi.

"Tentu kami protes kebijakan untuk mengurus berkas hanya diberi satu hari, biasanya satu pekan," terang dia.

Ia juga mempertanyakan edaran Setko ini, padahal pada Minggu para guru tidak mungkin mengurus berkas karena kantor libur.

Selain itu ia juga heran kebijakan baru mengharuskan mereka mengumpulkan berkas langsung ke Pemko

"Biasanya kami mengumpul lewat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) masing-masing," tegasnya.

Diakui mereka syarat untuk pemberkasan memang tidak sulit. Hanya membutuhkan foto kopi KTP, ijazah, lamaran ditujukan ke Pemko Pekanbaru, surat kesehatan, surat tugas /tidak pernah diberhentikan, umur 18-58 khusus guru bisa 60. Hanya masalahnya para guru diberi waktu satu hari saja untuk memasukan berkas.

"Makanya hari ini kami semua guru honor dan tenaga administrasi sepakat tidak ada yang membuatnya. Kami minta perpanjangan," tegasnya.

Baca juga : Gaji Dipotong Sejak Juli, Ratusan Guru Honor Geruduk Kantor Wali Kota

Hasilnya, dari empat tuntutan yang mereka ajukan, tiga item sudah dijawab dan disepakati dikabulkan. Sementara satu ditunda dulu untuk didiskusikan.

"Tiga tuntutan kami yang diakomodir adalah diperpanjangnya kontrak para honorer, lalu diperpanjangnya tenggat waktu memasukkan berkas hingga 3 Januari dan para honorer Kategori 2 yang tercecer masih belum diangkat selama ini akan tetap dipertimbangkan dan prioritas," ucapnya lagi.

Sementara poin empat terkait revisi kebijakan pemotongan gaji masih belum bisa diputuskan, mengingat kondisi keuangan Pemko yang krisis dan APBD 2017 sudah ketuk palu.

Dijumpai di tempat yang sama Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Pekanbaru Edwar Sanger menanggapi santai kasus ini. Mnurut dia, tidak ada masalah yang tidak selesai kalau dibahas dengan santai dan kepala dingin.

"Mereka hanya silaturahmi dan mempertanyakan edaran Setko tentang verifikasi dan honor," kata Edwar.

Ia juga memaklumi para guru yang menuntut haknya, karena mereka sudah sepantasnya memperoleh prioritas demi mencerdaskan bangsa. "Saya juga prihatin K2 ini tak tuntas. Tetapi tadi sudah dapat kesepakatannya," kata Edwar. (ant/sfa)