City Portal of Pekanbaru

Tolak eksepsi terdakwa, ketua majelis hakim sempat tegur Ahok

sidang-lagi.jpg
(ist)

NOTA keberatan atau eksepsi terdakwa kasus dugaan penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), ditolak oleh majelis hakim Pengadilan Jakarta Utara, Selasa (27/12). Saat sedang membacakan putusan sela itu, ketua majelis hakim sempat menegur Ahok.

"Saudara ya, perhatikan ya, tidak perlu dikomentari," ujar Dwiarso Budi Santiarto, ketua majelis hakim.

Terdapat empat poin penting dalam putusan sela itu. Pertama, majelis hakim menyatakan keberatan terdakwa dan penasihat hukumnya terhadap dakwaan jaksa penuntut umum tidak dapat diterima.

Kedua, hakim menyatakan surat dakwaan penuntut umum sah sebagai dasar tuntutan pekara pidana atas nama terdakwa Ir Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Ketiga, hakim memerintahkan untuk melanjutkan pemeriksaan perkara. Dan keempat hakim menyatakan menangguhkan biaya perkara sampai putusan akhir.

"Pembacaan putusan selesai, demikian putusan sela yang sudah diucapkan majelis, terhadap putusan ini untuk terdakwa dan penasihat hukumnya bisa mengajukan upaya hukum apabila tidak sependapat dengan majelis," kata Dwiarso.

"Untuk upaya hukum tersebut akan kami catat dan kami daftarkan nanti, dan akan kami kirimkan ke pengadilan tinggi apabila terhadap pekara pokok tersebut ada upaya tandingnya. Saya kira sudah jelas, sebagaimana perintah dari pada putusan tersebut maka sidang pekara terdakwa akan dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi-saksi," paparnya.

Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Gubernur DKI Jakarta nonaktif, duduk di kursi terdakwa dalam kasus dugaan penistaan agama terkait ucapannya mengenai Alquran Surat Al Maidah 51 saat berbicara di hadapan warga Kepulauan Seribu, September 2016 lalu.

Pindah

Sidang pekan depan tak lagi di eks gedung Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jl Gajah Mada. Ketua Majelis Hakim Dwiarso Budi Santiarto mengatakan bahwa persidangan Ahok di gedung Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta Selatan.

"Sidang hari ini ditunda, dan dibuka kembali nanti sesuai dengan surat keputusan ketua Mahkamah Agung no.221/ KMA/ SK/ XII/ 2016 atas dasar permohonan jaksa dan kepolisian maka persidangan berikutnya kami tunda tanggal 3 Januari hari Selasa jam 09.00 WIB, digedung Kementerian Pertanian," ujar Dwiarso.

Sebelum menutup sidang putusan sela, Ketua Majelis Hakim, bertanya "Apakah ada yang akan disampaikan oleh saudara terdakwa atau penasihat hukumnya atau penuntut umum?"

"Silakan saudara terdakwa konsultasi dulu," ujar Dwiarso kepada Ahok.

Dwiarso juga bertanya kepada penuntut umum, "Dari penuntut umum ada yang disampaikan?"

"Yang Mulia Ketua dan anggota Majelis, kami mengapresiasi dan terima kasih atas putusan yang sudah dibacakan," ujar jaksa penuntut umum Ali Mukartono. (ant/sfa)