City Portal of Pekanbaru

Mahmudi cemburu, bunuh istri dan kubur dengan goni di ladang jagung

garis-polisi.jpg
(ist)

POLISI bergerak cepat menangkap Mahmudi (36), suami yang tega membunuh istrinya sendiri. Untuk menghilangkan jejak, jasad Fatlika, istrinya, dikubur di kebun jagung di belakang pondok mereka.

Penemuan jasa Fatlika (25) yang membusuk dalam karung goni menggegerkan warga Jalan Pesantren, Kecamatan Tenayan Raya, Senin (26/12) lalu.

Polisi membentuk tim segera memburu Mahmudi yang mendadak menghilang. Kurang dari sehari, polisi meringkus pria 36 tahun itu Lampung, Senin malam sekitar pukul 23.30 WIB.

"Kita tangkap di kawasan Pelabuhan Bakauheni di Lampung," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polresta Pekanbaru Kompol Bimo Aryanto, Rabu (28/12).

"Tadi malam tim baru sampai di Pekanbaru. Saat ini tersangka masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," kata Bimo.

Motif Mahmudi membunuh istrinya karena cemburu. Ia curiga istrinya itu selingkuh .

Pembunuhan terjadi pada Jumat (23/12) malam setelah mereka bertengkar hebat di pondok mereka. Kalap, Mahmudi menikam istrinya dengan pisau dapur di bagian perut.

Setelah itu, Mahmudi pun menguburkan perempuan yang biasa disapa Lika itu di ladang jagung di belakang pondok mereka.

Penemuan jasad Fatlika awalnya berasal dari kecurigaan seorang warga, Margono (51), pada Sabtu (24/12). Saat itu, Margono tengah mencari rumput di dekat pondok.

Margono pun sempat mendatangi pondok untuk meminta air minum, tetapi Mahmudi yang menyambutnya. Margono lalu sempat menanyakan keberadaan Fatlika dan disebut Mahmudi bahwa istrinya sedang pergi ke rumah keluarganya.

Belakangan, Margono merasa curiga dengan adanya gundukan tanah yang terlihat masih baru di belakang pondok. Keesokan harinya, dia kembali melihat ke lokasi gundukan tanah itu yang sudah rata dan ditanami pohon cabai.

Pada Senin pagi, warga sekitar mencium bau busuk yang setelah ditelusuri berasal dari gundukan di ladang jagung tersebut.

"Karena curiga, warga melaporkan ke pihak Polsek Tenayan Raya. Dari sana tim pun turun ke lokasi untuk membongkar gundukan tanah tersebut dan diketahui ada korban yang dikubur pelaku," kata Bimo.

"Atas perbuatannya, tersangka kita jerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Pembunuhan itu dilakukan tersangka sendirian," ujar Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Bimo Ariyanto. (dtc/rtc/sfa)