City Portal of Pekanbaru

Pemuda 18 tahun dideportasi karena diduga gabung ISIS, ayah tolak bicara

petempur-isis.jpg
(ist)

POLDA Riau menelusuri latar belakang dan informasi mengenai Tomi Gunawan, pemuda 18 tahun asal Pekanbaru, yang dideportasi Turki bersama dua rekannya karena diduga akan bergabung dengan ISIS di Suriah.

"Memang benar, Polda dan Polresta diinformasikan ada salah satu warga Pekanbaru mau berangkat ke Suriah. Namun di Turki ditangkap dan dideportasi," kata Kapolda Riau Irjen Zulkarnain saat dikonfirmasi wartawan di Pekanbaru, Selasa (27/12).

Tomi dan dua rekannya, Jan Juhana (25) asal Bandung dan Irfan (21) asal Jakarta, ditangkap di Suriah pada 5 Desember karena terindikasi akan ikut berperang di negara yang tengah berkonflik tersebut. Ketiganya kemudian dideportasi melalui Bandara Istanbul, Turki.

Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri langsung menangkap ketiganya setiba di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (24/12). Kini Tomi Cs diinterogasi di markas Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Kapolda mengatakan, saat ini polisi masih terus mendalami latar belakang Tomi, termasuk bagaimana cara pria berusia 18 tahun itu bisa sampai di Turki.

Terkait kepastian apakah Tomi benar akan bergabung dengan ISIS, Kapolda juga mengatakan Polri masih terus mendalaminya.

"Apakah dia ingin bergabung dengan ISIS atau misi kemanusiaan, kami masih terus mengumpulkan bahan keterangannya," lanjut Kapolda.

Sementara itu, sejumlah awak media di Pekanbaru berusaha mencari informasi Tomi dengan mendatangi kediaman orang tuanya di Putri Tujuh, Kecamatan Tampan Pekanbaru.

Setelah beberapa saat melakukan pencarian, kediaman orang tua Tomi berhasil ditemukan. Dari luar rumah berlantai dua dan dipagar keliling itu, terlihat kediaman orangtua Tomi cukup lengang meski terlihat beberapa orang sedang berkumpul di dalam rumah.

Saat coba dikonfirmasi wartawan, seorang pria paruh baya yang diketahui sebagai orangtua Tomi tidak bersedia memberikan keterangan. Ketua RT setempat meminta kepada awak media agar tidak mewawancarai orangtua Tomi yang diketahui bernama Assat tersebut, karena sebelumnya telah memberikan keterangan di Polresta Pekanbaru. (ant/sfa)