City Portal of Pekanbaru


Perbatasan Riau-Sumbar rawan longsor, polisi tempatkan personil

rawan-longsor.jpg
(ist)

JELANG pergantian tahun, sejumlah jalur rawan longsor di perbatasan Riau-Sumatera Barat menjadi perhatian pihak kepolisian karena bakal dilintasi. Mengantisipasi kerawanan tersebut, Polres Kampar akan memantau dan menempatkan personil di titik-titik longsor.

"Ada tiga titik jalur rawan longsor sepanjang jalur Riau-Sumbar, yakni Kilometer 78, 81 dan 83," kata Kepala Polres Kampar AKBP Edy Sumardi, Rabu (28/12), seperti dikutip dari antarariau.

Dia menjelaskan selain menempatkan personel sebagai upaya antisipasi kemacetan jika terjadi longsor, polisi juga berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Kampar.

Dia mengatakan saat ini dua alat berat jenis ekskavator telah disiagakan di ketiga lokasi tersebut.

Selain itu turut disiagakan dua alat berat lainnya di posko utama Dinas Pekerjaan Umum di sekitar tiga titik rawan itu.

Sebelumnya pada medio November 2016 silam, longsor sempat terjadi di ketiga titik yang seluruhnya berada di Kecamatan Kuok, Kampar, itu.

Saat itu longsor akibat tingginya intensitas hujan tersebut sempat menyebabkan jalur tersebut putus selama beberapa jam.

Ketiga lokasi yang mengalami longsor tersebut adalah KM 77 Dusun Rantau Berangin, Desa Merangin, Kuok. Material longsor berupa tanah bercampur batu serta kabel listrik PLN sempat menutupi badan jalan.

Selain KM 77, longsor juga terjadi di KM 80. Hanya saja, material longsor berupa bongkahan batu cadas yang menutupi sebagian badan jalan. Arus lalu lintas sedikit tersendat karena dilakukan dengan sistem buka tutup.

Sementara pada titik ke tiga, KM 82, merupakan jalur yang paling parah terdampak bencana longsor.

Polres Kampar memprediksi akan terjadi lonjakan arus kendaraan dari Riau ke Sumatera Barat dan sebaliknya menjelang pergantian tahun nanti.

"Jadi ini penting kita lakukan untuk menjami keamanan, keselamatan dan kenyamanan pengendara," ujarnya.

Lebih jauh, Polres Kampar yang melibatkan enam pos pengamanan dan pelayanan sepanjang jalur Riau-Sumbar.

Dia menjelaskan pos-pos pengamanan yang terangkum dalam operasi Lilin 2016 itu diperkuat oleh 250 personel Polisi, 48 TNI, serta didukung oleh Dinas Perhubungan, BPBD, Dinas Kesehatan dan lainnya. (sfa)