City Portal of Pekanbaru

Pilot ngelantur bilang oh yes, yes... penumpang protes dan minta ganti pilot

tinggal-landas.jpg
(ist)

PARA penumpang pesawat Citilink yang akan terbang dari Bandara Juanda Surabaya menuju Jakarta, Rabu (28/12) pagi, bereaksi saat pilot yang hendak menerbangkan mereka bicara tak jelas atau ngelantur. Mereka minta pilot diganti.

Sempat tertunda sejam, pesawat akhirnya mengudara dengan menggunakan pilot pengganti.

Insiden memalukan itu terungkap lewat pengguna Twitter dengan akun @htsubiyantoro pada Rabu pagi menuliskan bahwa pilot penerbangan Citilink rute Surabaya - Jakarta yang ditumpanginya mabuk sebelum take off.

Menurut akun tersebut, dugaan pilot yang mabuk itu berdasar suara pilot yang terdengar "ngelantur" saat memberikan pengumuman melalu public announcer (PA) di dalam kabin pesawat. Alhasil hal itu membuat penumpang di dalam pesawat kebingungan.

Dalam postingan tersebut juga disertakan video suasana di dalam kabin pesawat Citilink nomor penerbangan QG800. Nampak beberapa penumpang berdiri dan berbicara dengan awak kabin.

Pramugari kemudian mencoba menenangkan penumpang dengan meminta mereka duduk dan menunggu di dalam pesawat, sembari mencari kejelasan apakah pilot benar-benar mabuk atau tidak.

Turun dari pesawat

Seorang penumpang, Eddy Roesdiono menceritakan, pesawat sebenarnya akan take off sesuai jadwal, pada pukul 05.15 WIB.

Akan tetapi, ketika pilot menyampaikan pesan kepada para penumpang melalui interkom, para penumpang heran karena gaya bicara pilot amat janggal.

"Pilot memperkenalkan dirinya dan kopilot. Setelah itu, pilot melantur, 'We are going to get ready, everything is ready. Oh yes, yes, already already'. Kemudian dia menyebutkan nama pramugari, beberapa wanita," tutur Eddy.

"Lalu ketika sampai pada nama Rike, pilot mengatakan, 'Rike…Rike…Rike..' Itu kan tidak normal, standar prosedurnya kan tidak seperti itu," kata Eddy lagi.

Selanjutnya, menurut Eddy, pilot mengeluarkan suara gumaman panjang diikuti bunyi statis yang terdengar melalui pengeras suara.

"Para penumpang kan merasa ada yang tidak beres. Kemudian para penumpang turun dari pesawat dan meminta pilot diganti," kata Eddy.

Di area parkir pesawat, para penumpang dikumpulkan. Meski demikian, pilot yang diduga mabuk itu tidak segera muncul dari kokpit. Menurut Eddy, pilot baru keluar setelah ada mobil mendekati pesawat dan menjemputnya.

"Kita masih sempat melihat dia digiring turun, lalu masuk ke dalam mobil. Tidak jelas apakah dia sempoyongan," kata Eddy.

Setelah itu, pilot pengganti muncul dan meyakinkan para penumpang bahwa dirinya dalam kondisi bugar.

"Pilot pengganti menyapa kami dan memperkenalkan identitasnya. Saat itu dia berbicara, 'Saya dalam keadaan sehat'," tutur Eddy, menirukan ucapan sang pilot pengganti.

Para penumpang kemudian naik ke pesawat dan bertolak dari Bandara Juanda, Surabaya, pada pukul 06.20 WIB, lewat satu jam dari jadwal seharusnya. Pesawat mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, pukul 07.45 WIB

Bantah

Direktur Utama Citilink Albert Burhan membantah bahwa pilot pesawat QG-800 jurusan Surabaya-Jakarta dalam kondisi mabuk saat akan menerbangkan pesawat pada pukul 05.15 WIB.

Albert menyatakan pilot tersebut telah diperiksa di klinik Bandara Juanda, Surabaya, setelah para penumpang menduga bahwa dia mabuk.

"Pilot yang disangka mabuk itu kami bawa ke klinik di bandara dan hasilnya negatif, jadi dia tidak mabuk," kata Albert.

Ketika ditanya tes apa yang dilakukan terhadap sang pilot, Albert mengaku tidak tahu. "Kami akan mengetes lebih lanjut. Saya tidak tahu kenapa pilotnya berbicara seperti itu," tambahnya.

Pergantian pilot kemudian dilakukan. Menurut Albert hal ini ditempuh agar jadwal penerbangan tidak tertunda lebih lama. (bbci/kps/kps)