City Portal of Pekanbaru


Polisi tembak dua pelaku penyekapan 11 orang di Pulomas

pulomas.jpg
(ist)

DUA tersangka pelaku penyekapan 11 orang di kamar mandi sempit rumah mewah di Pulomas, Jakarta Timur, yang menewaskan enam orang, ditembak aparat aparat Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya, Rabu (28/12).

Mereka ditembak karena berusaha melawan petugas saat hendak ditangkap.

"Petugas menembak namun pelaku masih hidup," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta, saat menjelaskan penangkapan kedua tersangka pelaku di Bekasi, Jawa Barat.

Argo mengungkapkan, polisi melumpuhkan kedua tersangka pelaku dengan melepaskan tembakan karena mereka berusaha melawan dan melarikan diri.

Tersangka pelaku dengan inisial RB dan ES. Keduanya sekarang menjalani perawatan di Rumah Sakit Polri Kramatjati Jakarta Timur.

Argo menambahkan, petugas masih menyelidiki kasus penyekapan yang menyebabkan tewasnya enam orang itu dan belum mengetahui motif kejahatan tersebut.

Baca juga : Sebelas penghuni rumah disekap 17 jam di kamar mandi sempit tak berventilasi

Polisi, kata dia, masih mencari pelaku lain menggunakan data induk sidik jari dan analisis rekaman kamera pengawas (CCTV).

Seperti diketahui kawanan penjahat menyekap pemilik rumah, Dodi Triono (59), dan sepuluh orang lainnya di kamar mandi sempit berukuran 1,5 meter x 1,5 meter. Termasuk tiga anak perempuan Dodi, pembantu dan sopirnya.

Penyekapan berlangsung sejak Senin (26/12) sore dan baru diketahui salah seorang karyawan Dodi yang datang ke rumah, Selasa (27/12) pagi, atau sekitar 17 jam lamanya.

Saat kamar mandi berhasil dibongkar paksa, enam orang meninggal dunia, yakni Dodi, dua putrinya yang bernama Diona Arika Andra Putri (16) dan Dianita Gemma Dzalfayla (9), teman Gemma bernama Amel, serta dua sopir Yanto dan Tasrok (40).

Sementara lima orang lainnya masih hidup dan kini masih menjalani perawatan.

Perampokan

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan menyebut aksi para pelaku di kediaman pengusaha properti di Pulomas merupakan tindak perampokan. Para pelaku sempat mengacak-acak kamar Dodi.

"Iya (mengacak-acak kamar) saya kan olah TKP awal," ujar Irjen Pol M Iriawan.

Iriawan mengatakan, para pelaku datang sambil menodongkan pistol dan golok kepada penghuni rumah. Setibanya di rumah Dodi, para pelaku menanyakan di mana kamar sang majikan.

"Melihat ke dalam kamarnya, di situ ada analisa pelaku mencari barangnya, tidak ada kaitannya dengan bisnisnya, orang ketiga. Itu dugaan kita untuk mengarah ke analisa yang paling dekat," jelasnya.

Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan para saksi, Iriawan menduga kuat aksi tersebut adalah aksi perampokan.

"Sementara diduga dirampok. Dari keterangan keluarga korban memang ada yang hilang, tapi kita belum tahu apa. Kita mau menunjukkan ke korban kan masih trauma. Kita pulihkan kembali trauma psikisnya," paparnya.

Sementara saat ditanya mengapa harus menyekap 11 korban di salam rumah, Iriawan mengatakan, agar korban tidak berteriak dan melarikan diri. (ant/dtc/sfa)