City Portal of Pekanbaru

2016 segera berakhir, realisasi APBD Riau masih di bawah target

budget.jpg
(ilustrasi)

TIGA hari jelang berakhirnya tahun 2016, Kamis (29/12), serapan APBD Riau masih pada angka 81,2 persen. Masih di bawah target Pemerintah Provinsi Riau, yakni 86,5 persen.

"Hari ini untuk capaian keuangan telah mencapai 81,2 persen menuju 86,5 hingga penghujung tahun. Dengan realisasi fisik pada angka 90 persen," kata Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Riau Masperi di Pekanbaru, Kamis.

Menurut perhitungan Masperi, target 86 persen sangat realistis dalam pencapaian serapan APBD Riau. Pasalnya dari pengerjaan fisik saja sudah menyentuh angka 90 persen.

Selain itu, persoalan seacara administrasi terkait pencairan keuangan dari belanja tidak langsung yang belum dibayarkan sepenuhnya seperti Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang akan segera di SP2D-kan (Surat Perintah Pencairan Dana).

"Mentoknya kita memang pada angka 86,5 persen dan pengerjaan fisik pada 92 persen. Angka ini sudah maksimal untuk mencerminkan prestasi SKPD," sebutnya.

Meski dengan realisasi anggaran yang sepenuhnya tidak mencapai 100 persen, Masperi sudah mengklaim sebagai sebuah prestasi puncak satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Tentu berdasarkan acuan di 2015, dimana pada periode yang sama SKPD Riau hanya mampu merealisasikan keuangan 68 persen. Itu artinya bila dibandingkan sudah terjadi peningkatan sebesar 24 persen.

Di sisi lainnya, ia juga berdalih target 86,5 persen cukup efisiensi dengan sisa lebih hasil pembangunan sekitar 13 persen yang diperuntukkan untuk pembangunan di 2017.

"Kenapa saya katakan itu efisiensi? Misalnya kita paket punya 10, dari perjalanan dan prosesnya ditawar hanya 8,7. Ini berarti 13 persen tidak bisa dimanfaatkan lagi dan menjadi sisa lebih pembangunan untuk tahun depan," katanya menegaskan.

Meski berjalan mangkrak di pertengahan tahun, realisasi anggaran terus digesa Pemprov Riau setempat dari tiga bulan terakhir. Pemerintah Riau dibawah kepemimpinan Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman seakan "jemput bola" dengan melakukan evaluasi setiap SKPD yang tercatat memiliki rapor merah.

SKPD tersebut bergantian menghadap pimpinan menyampaikan kendala tersendatnya realisasi keuangan sehingga dicarikan jalan tengah untuk mengatasi persoalan ini.

"Ini buah dari kerja keras semuanya, di lain sisi juga ada SKPD yang jauh hari sudah berprestasi dengan capaian realisasi lebih dari 90 persen," kata Masperi.

Ia juga mengapresiasi dukungan media, yang terus menginformasikan data dan progres kinerja SKPD sehingga menjadi motivasi bagi SKPD untuk mencapai target kinerjanya. (sfa)