City Portal of Pekanbaru

Penyelundupan narkoba marak, ditenggarai dipasarkan di tahun baru

tangkapan-narkoba.jpg
(ist)

PENYALAHGUNAAN narkoba ditenggarai meningkat saat perayaan tahun baru. Seiring dengan itu, Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Riau meningkatkan pengawasan, terutama mengantisipasi maraknya penyelundupan narkoba.

"Pengalaman yang sudah-sudah, menjelang tahun baru, barang (narkoba) banyak yang masuk," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Kombes Hariono di Pekanbaru, Rabu (28/12).

Direktora Reserse Narkoba Polda Riau terus meningkatkan koordinasi dengan Bea Cukai dan Badan Narkotika Nasional Provinsi Riau untuk menciptakan situasi kondusif jelang tahun baru.

Pada pertengahan Desember 2016 ini, Direktora Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Riau berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 3/4 kilogram narkoba serta 8.000 esktasi senilai Rp1,5 miliar.

Seluruh narkoba itu diamankan dari dua orang tersangka masing-masing berinisial Ha dan Ma.

Hariono mengatakan, narkoba yang diamankan itu merupakan salah satu bukti meningkatnya penyelundupan barang haram itu menjelang akhir tahun.

"Pengungkapan itu salah satu yang akan dipasarkan di tahun baru," ujarnya.

Meski begitu, dia mengatakan bahwa narkoba yang diselundupkan itu tidak hanya akan dipasarkan di Riau. "Yang masuk ke Riau tidak selalu untuk Riau, bisa ke Palembang, bisa Jakarta. Sebagian kecil yang diedarkan di Riau," katanya.

"Selama kita bisa ungkap di Riau, ya tidak sampai ke tujuannya," lanjutnya.

Oleh sebab itu, ia menegaskan pihaknya akan memperketat pengawasan dengan berkoordinasi dengan pihak terkait lainnya. Serta terus melakukan pengembangan terhadap jaringan-jaringan yang berhasil diungkap.

Pesisir Riau merupakan wilayah yang paling rawan penyelundupan narkoba. Menurut dia, penyelundup narkoba yang diketahui asal negeri jiran Malaysia itu, memanfaatkan minimnya pengawasan perairan untuk memasok barang haram itu ke Indonesia melalui Riau.

Maraknya peredaran narkotika di Riau membuat Kepolisian harus ekstra kerja keras. Sepanjang Desember ini, setidaknya sudah 3 kasus besar berhasil diungkap polisi.

Sebut saja pada penangkapan terhadap oknum anggota Polres Rohil yakni Brigadir RH yang diamankan pada 11 Desember lalu. Ia ditangkap bersama seorang rekannya oleh Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat dirumahnya Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru.

Bersama tersangka Polisi mengamankan sebanyak kurang lebih 0,5 kg sabu serta 60 butir ekstasi serta 29 lempeng pil happy five. Narkoba itu diduga masuk dari Malaysia.

Keesokan harinya yakni pada tanggal 12 Desember Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Riau juga berhasil menangkap dua orang pengedar narkotika di Pekanbaru dengan barang bukti Rp1,5 miliar.

Pada hari yang sama, Satres Narkoba Polres Bengkalis juga berhasil menangkap pasangan suami istri yakni Cin Cuan (45) serta Bi Kiau (30) dengan barang bukti narkotika jenis sabu seberat kurang lebih 0,5 kilogram.

Selain narkoba, polisi juga turut mengamankan barang bukti berupa uang tunai sebanyak Rp11.982.000 serta pecahan ringgit Malaysia sebanyak RM650. Lagi-lagi narkoba yang dimiliki pasangan suami istri tersebut diduga berasal dari Malaysia. (ant/sfa)