City Portal of Pekanbaru


PLN beberkan alasan matikan lampu jalan di ibu kota Riau

malam-hari-di-pekanbaru.jpg
(ist)

WARGA Kota Pekanbaru kini harus lebih waspada berkendara di malam hari. Pasalnya, sebagian besar lampu penerangan jalan di ibu kota Provinsi Riau itu sudah dipadamkan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN).

PLN memutuskan jaringan listrik lampu jalan karena pemerintah kota belum juga melunasi tunggakan penerangan jalan umum atau PJU, yang sudah jatuh tempo sesuai kesepakatan kedua pihak pada 20 Desember lalu.

"Terkait padamnya sebagian lampu jalan di Kota Pekanbaru pada Rabu malam tanggal 28 Desember 2016, kami sampaikan sudah sesuai prosedur," kata Manajer SDM, Komunikasi dan Umum PLN Wilayah Riau-Kepri Dwi Suryo Abdullah, di Pekanbaru, Kamis (29/12).

Ia mengatakan, sesuai aturan, apabila pelanggan lebih dari 60 hari belum menyelesaikan pembayaran tagihan listrik, petugas PLN berhak.melakukan pemutusan sementara aliran listrik.

Berdasarkan data PLN Area Pekanbaru, tunggakan pembayaran Penerangan Jalan Umum (PJU) Pemko Pekanbaru sebesar Rp19,8 miliar itu terhitung selama tiga bulan sejak Oktober hingga Desember.

Padahal, pembayaran PJU yang dilakukan masyarakat melalui tagihan listrik bulanan dikumpulkan lebih dulu oleh Pemko Pekanbaru. Kemudian disetorkan lagi ke PLN.

Rincian tunggakan itu bulan Oktober Rp6,52 miliar, November Rp6,61 miliar, dan bulan Desember Rp6,71 miliar. Sebelumnya PLN sudah menyurati instansi terkait di Pemko Pekanbaru untuk melunasinya dengan batas akhir hingga 20 Desember, agar terhindar dari pemutusan aliran listrik.

"Memang benar pernah ada pertemuan antara PLN dgn Pemkot PKU pada tanggal 17 November 2016 terkait rencana bayar PJU dan kesepakatan tersebut," katanya.

Menurut dia, dari kesepakatan tersebut telah dipenuhi pembayaran tagihan PJU bulan September dan dibayar pada 20 November 2016. Namun, untuk tagihan bulan Oktober sampai 22 Desember 2016 tidak dibayar sementara telah muncul tagihan Desember 2016 di tanggal 6-20 Desember.

"Ini berarti tunggakan rekening PJU sejak tanggal 21 Desember menjadi tiga bulan, Oktober, November, Desember, dan surat pemberitahuan telah dikirim pihak PLN," katanya.

Terkait pembayaran PJU oleh Pemkot Pekanbaru pada 23 Desember 2016 melalui Bank Riau Kepri sebesar Rp4 miliar, itu belum bisa untuk melunasi satu bulan tagihan untuk bulan Oktober.

Ia mengatakan niat baik tersebut telah PLN apresiasi dengan menunda pemutusan sementara, dengan maksud pada 27 dan 28 Desember pemerintah setempat bisa memenuhi komitmennya yang disampaikan sebelumnya.

"Namun sampai dengan 28 Desember pukul 17.00 WIB juga tidak ada kepastian, maka dengan permohonan maaf yang sebesar besarnya, prosedur tetap sudah tidak bisa diambil kebijakan lagi dan pada 28 Desember hari Rabu sementara sebagian lampu jalan tidak dialiri listrik dari Pihak PLN," tegas Dwi Suryo Abdullah.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Wali Kota Pekanbaru Edwar Sanger mengatakan pihaknya sudah melakukan komunikasi secara langsung dengan pimpinan PLN, dan secara resmi juga sudah menyurati PLN untuk masalah ini. Sebelumnya, Edwar juga berulang kali mengatakan kondisi keuangan Pemko Pekanbaru yang defisit membuat keterlambatan pembayaran PJU ke PLN.

"Kami tetap komit akan menyelesaikan kewajiban kami untuk melunasi tunggakan Pemko di tahun anggaran 2017 ini. Untuk itu, kami mohon kerjasamanya dari pihak PLN agar tidak mematikan lampu-lampu jalan karena mengingat saat ini saudara-saudara kita sedang merayakan Natal dan tahun baru," katanya.

"Untuk itu, demi kenyamanan dan keamanan, ketertiban masyarakat seluruh warga Pekanbaru, kami mengharapkan PLN dapat memahaminya," kata dia. (ant/sfa)