City Portal of Pekanbaru

Pencurian motor menggila, Kapolresta minta tambahan personel

tindak-kriminal.jpg
(ist)

TINDAK kriminal di Pekanbaru memperlihatkan kecenderungan meningkat pada 2016. Paling tinggi adalah tindak pidana pencurian dengan pemberatan, kemudian disusul pencurian sepeda motor dan narkoba.

Melihat kecenderungan, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pekanbaru meminta penambahan personel guna menekan angka kejahatan di ibu kota Provinsi Riau tersebut.

"Saat ini jumlah personel kita sebanyak 1.348. Sehingga police ratio atau perbandingan polisi dengan masyarakat adalah 1:742," kata Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol. Susanto dalam ekspos akhir tahun di Mapolresta Pekanbaru, Kamis (29/12).

Kapolresta memaparkan, untuk jumlah penduduk yang terdata saatini 1,1 juta orang, idealnya jumlah polisi di Kota Pekanbaru sebanyak 1.660 personel.

Menurutnya, penambahan personel itu juga sejalan dengan aturan internasional bahwa 1 polisi maksimal melayani 500 warga.

Untuk itu, dia mengatakan telah berkoordinasi dengan Polda Riau, yang baru saja naik level dari tipe B menjadi tipe A, untuk penguatan personel Polresta Pekanbaru.

Sementara itu, selama 2016 ini Polresta Pekanbaru mencatat peningkatan sejumlah tindak pidana dibanding tahun sebelumnya. Kombes Pol. Susanto mengelompokkan ada tiga perkara tindak pidana tertinggi selama 2016, yakni pencurian dengan pemberatan, pencurian sepeda motor dan narkoba.

Tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat), kata dia, merupakan perkara yang paling banyak ditangani Polresta Pekanbaru pada 2016. Tercatat sebanyak 381 tindak pidana curat dengan 56,96 persen atau 217 diantaranya berhasil diselesaikan.

Perkara curat meningkat dari tahun sebelumnya yakni 360 perkara.

Selanjutnya, tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) roda dua menjadi perkara paling banyak kedua terjadi selama 2016.

"Ada sekitar 309 laporan pencurian kendaraan bermotor yang diterima setahun terakhir," ujarnya.

Dari jumlah tersebut, 142 perkara curanmor di antaranya berhasil diselesaikan. Dengan persentase 45,95 persen.

Sementara untuk kasus narkoba, polisi menangani sebanyak 200 perkara. Meningkat dari tahun sebelumnya sebanyak 152 perkara.

Untuk itu, Susanto mengatakan penting bagi Polresta Pekanbaru untuk menerima tambahan personel di tahun mendatang. Selain itu, pihaknya akan melakukan sejumlah inovasi sebagai upaya menekan angka kejahatan.

Dalam kesempatan itu, Susanto yang baru menjabat sebagai Kapolresta Pekanbaru menyatakan pihaknya telah melakukan pemetaan daerah rawan tindak kejahatan. Peta itu dibikin berdasarkan perkara-perkara kriminal yang terungkap selama 2016. (ant/sfa)