City Portal of Pekanbaru

Ikuti pesan Jokowi, gubernur ini siapkan 500 ribu ha untuk ibu kota negara

gubernur-kalteng.jpg
(gresnews)

WACANA pemindahan ibu kota negara dari Jakarta sudah lama tak terdengar. Tapi diam-diam Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran terus mempersiapkan wilayahnya sebagai ibu kota negara.

Dia bahkan mengaku telah menyiapkan lahan seluas 500.000 hektare (ha) untuk memfasilitasi wacana pemindahan pusat pemerintahan Republik Indonesia dari Jakarta ke Kalteng.

"Kita sedang mengidentifikas lokasi, mengkaji status lahan dan letak kawasan, serta menyingkronkan dengan tiga wilayah tersebut. Pada dasarnya kepala daerah di tiga wilayah itu telah bersedia untuk menyiapkannya," ujarnya di Palangka Raya, Jumat (30/12), seperti dikutip dari antaranews.

Lahan 500.000 ha itu tersebar di tiga wilayah, yakni meliputi Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan dan Kabupaten Gunung Mas.

Ia mengemukakan, langkah lain yang disiapkan Kalteng terkait wacana perpindahan Ibu Kota Pemerintahan RI ke Palangka Raya adalah mengembangkan potensi wilayah berkomoditas unggulan baru di wilayah sekitar.

Sugianto mengatakan, penyiapan lahan tersebut sebagai upaya menindaklanjuti penegasan dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) terkait rencana wacana memindahkan Ibu Kota Pemerintahan RI ke Palangka Raya.

Sejarah negeri ini juga mencatat bahwa Presiden RI yang pertama, Soekarno (Bung Karno) pada 1950-an mewacanakan pemindahan kegiatan Pemerintahan RI ke Palangka Raya. Bung Karno kala itu memperhitungkan jumlah penduduk Jakarta akan tumbuh tak terkendali, sehingga perlu alternatif pemindahan kegiatan pemerintahan pusat.

"Penegasan itu disampaikan Presiden Jokowi saat menghadiri puncak Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) yang diselenggarakan di Palangka Raya, Selasa (20/12). Jadi, kita mulai mempersiapkannya dari sekarang," kata Sugianto.

Sebagai bentuk keseriusannya, Sugianto mengungkapkan pihaknya tak hanya menyiapkan lahan. Tapi juga membuka akses jalan ke berbagai daerah di wilayah itu. “Serta meningkatkan tonase jalan dari 8 ton menjadi 12 ton,” ujar mntan anggota DPR RI periode 2009-2014 tersebut. (sfa)