City Portal of Pekanbaru


Kisah dinasti dalam penangkapan wanita Bupati Klaten

duo-sri.jpg
(ist)

KLAN Haryanto Wibowo di Klaten kembali membuat berita. Kali ini bukan tentang rekor Muri, tapi tentang penangkapan Bupati Klaten Sri Hartini.

Sri Hartini diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT), Jumat (30/12) pagi. Hal itu dibenarkan oleh Ketua KPK Agus Rahardjo.

"Benar salah satunya (Bupati Klaten)," kata dia saat dikonfirmasi. Ia tak merinci lagi siapa-siapa saja yang ditangkap.

"Informasi lain masih akan kami sampaikan berikutnya," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Sementara pantauan di lapangan, rumah dinas Bupati Klaten di Jalan Pemuda No. 194 tertutup rapat.

Namun begitu, sejumlah orang terlihat dari luar pintu pagar rumah dinas bupati melakukan aktivitas baik di teras maupun dalam rumah.

Selain itu, mobil dinas Bupati Klaten masih parkir di dalam garasinya hingga pukul 12.00 WIB.

"Rumah dinas Bupati Klaten tidak seperti biasanya selalu terbuka, tetapi sejak Jumat pagi tertutup," kata Gunawan, salah satu warga Klaten. Akan tetapi, ia tidak mengerti apa yang terjadi.

Lima mobil terlihat dengan nomor plat polisi asal Yogyakarta telah keluar dari rumah dinas Bupati Klaten sekitar pukul 12.15 WIB.

Kelima mobil tersebut mengarah ke selatan menuju arah Yoyakarta. Belum diketahui siapa penumpang di dalam mobil, apakah termasuk sang bupati, Sri Hartini.

"Saya tidak tahu baru masuk bergantian jaga di rumah dinas. Dan, rumah dinas sudah kosong," kata salah satu petugas jaga rumah dinas bupati yang tidak mau disebut namanya.

KPK punya waktu 1x24 jam untuk menentukan status tersangka untuk Sri Hartini dan orang-orang dijaring dalam operasi tangkap tangan lainnya.

Penangkapan Sri Hartini mencuatkan lagi kisah dinasti keluarga di panggung kekuasaan Klaten dalam 15 tahun terakhir.

Sri Hartini adalah istri dari mantan Bupati Klaten periode 2000-2005, Haryanto Wibowo. Haryanto ini merupakan politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus proyek pengadaan buku paket tahun ajaran 2003/2004 senilai Rp 4,7 miliar.

Haryanto juga tersangkut penggunaan dana anggaran pendapatan belanja daerah untuk perjalanan ke luar negeri.

Pada 2006, penyidikan kasus dugaan korupsi itu dihentikan Kejaksaan Negeri Klaten. Alsannya, tidak ditemukan adanya kerugian negara. Itu diperkuat putusan kasasi Mahkamah Agung pada 19 Februari 2006 yang membebaskan para tersangka.

Cerita keluarga Haryanto berkait-kait dengan keluarga Sunarna, Bupati Klaten dua periode yakni 2005-2015. Di periode kedua kekuasaannya, Sunarna didampingi Srti Hartini sebagai wakil bupati.

Lalu pada Pilkada Klaten 2015, Sri Hartini maju mencalonkan diri sebagai bupati. Dan pendampingnya adalah Sri Mulyani alias Yani Sunarna, yang tak lain dari istri Sunarna.

Duo Sri ini memenangkan Pilkada Klaten, sekaligus melanggengkan kekuasaan dinas Haryanto-Sunarna di salah satu kabupaten di Jawa Tengah tersebut.

Sampai-sampai Museum Rekor Indonesia (MURI) menobakatkan duo Sri di Klaten sebagai pasangan perempuan pertama yang memenangkan pemilihan kepala daerah di Indonesia. (ant/wkp/trt/sfa)