City Portal of Pekanbaru

KPK sita uang Rp 2 miliar, Bupati Sri diduga perjualbelikan jabatan

hartini-sri.jpg
(ist)

BUPATI Klaten Sri Hartini diduga memperjualbelikan jabatan saat akan melakukan mutasi ratusan pejabat. Beberapa di antaranya telah menyetor kepada sang bupati.

Tapi sebelum pelantikan para pejabat itu dilakukan, Sri Hartini lebih dulu diciduk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui operasi tangkap tangan, Jumat (30/12). Ia ditangkap bersama tujuh orang lainnya.

"Tangkap tangan ini terkait dengan pengisian jabatan sejumlah posisi di Kabupaten Klaten,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK RI, Jakarta, Jumat malam.

Petugas KPK mengamankan Sri Hartini dengan tujuh orang lain di beberapa tempat di Klaten, Jawa Tengah. Namun, hingga Jumat malam status Sri belum ditetapkan sebagai tersangka.

"Saat ini sedang diproses lebih lanjut maksimal 1 x 24 jam mengenai peningkatan status penyelidikan ke penyidikan. Besok akan dipastikan terkait dengan penyidikan siapa yang ditetapkan sebagai tersangka dan apa saja yang dilakukan penyitaaan dan tindakan lebih lanjut," tambah Febri.

Menurut Febri, dari delapan orang yang diamankan dalam OTT, hanya satu orang penyelenggara negara.

"Pagi ini, sekitar pukul 09.00 WIB, KPK melakukan OTT di Klaten, Jawa Tengah dan diamankan delapan orang yang terdiri atas satu peyelenggara negara, empat PNS, dan tiga non-PNS. Delapan orang tersebut sedang menuju ke sini," jelas Febri.

KPK juga mengamankan sejumlah uang dalam bentuk rupiah dan dolar AS.

"Uang sedang dihitung tapi jumlahnya sekitar Rp2 miliar yang diletakkan dalam dua kardus dan ada sekitar 100 dolar AS. Pemberi memang tidak hanya satu orang, tetapi beberapa orang," ungkap Febri.

Delapan orang itu sudah menjalani pemeriksaan awal di Polda DIY. Mereka kemudian diangkut ke Jakarta

"Status (jadi tersangka atau tidak) akan diumumkan pada konferensi pers KPK sekitar pukul 09.00 atau 10.00 WIB besok," kata Febri.

Sri Hartini adalah Bupati Klaten periode 2016 - 2021 yang baru dilantik pada tanggal 17 Februari 2016. Politikus PDI Perjuangan itu berpasangan dengan Sri Mulyani. Mereka tercatat sebagai duet perempuan pertama yang memenangkan pemilihan kepala daerah di Indonesia.

Sebelumnya Sri Hartini merupakan Wakil Bupati Klaten 2010 - 2015. Ketika ia berpasangan dengan Sunarna, yang tidak lain adalah suami Sri Mulyani.

Sri Hartini sendiri adalah istri mantan Bupati Klaten periode 2000-2005, Haryanto Wibowo.

Dengan demikian, dua keluarga ini menguasai panggung politik Klaten dalam 15 tahun terakhir dan setidaknya akan berlanjut hingga 2021 mendatang. (ant/sfa)