City Portal of Pekanbaru

Sebanyak 42 polisi dipecat, paling banyak tersangkut narkoba

pemecatan-polisi.jpg
(ist)

MESKI ada penurunan, jumlah polisi di jajaran Polda Riau yang dipecat tetap tinggi di 2016 yakni 42 personel.

Sementara jumlah yang sama, 42, mendapat sanksi dengan penurunan pangkat dan mutasi.

"Hasil putusan sidang KKEP (Komisi Kode Etik Polri) tahun 2016, sebanyak 42 personel dilakukan PTDH (pemecatan tidak hormat) dan 42 lainnya dimutasi serta demosi sebagai bentuk punishment," kata Kapolda Riau Irjen Zulkarnain di Pekanbaru, Sabtu (31/12).

Zulkarnain mengemukakan, jumlah personel yang dipecat menurun dibanding 2015 lalu. Ketika itu tercatat 63 personel yang dipecat dengan berbagai pelanggaran berat.

Di sisi lain, personel yang dimutasi dan demosi atau penurunan jabatan mengalami peningkatan. Dari 25 menjadi 42 personel.

Kapolda menjelaskan mayoritas personel yang dipecat tersebut karena terjerat kasus narkoba dan pungutan liar. Termasuk seorang Kapolsek di wilayah Pelalawan, yang menjadi salah satu bukti ketegasan Polda Riau dalam menegakkan kedisiplinan personel.

Narkoba, ujar Zulkarnain, merupakan masalah serius yang terus dipantau oleh Polda Riau. Dia mengatakan peredaran narkoba kini tidak hanya dilakukan oleh warga sipil. Melainkan juga melibatkan oknum kepolisian.

"Masalah narkoba, tidak hanya warga namun melibatkan oknum polisi. Untuk itu saya perintahkan ke Direktur Narkoba (Polda Riau), lakukan tindakan tegas," ujarnya.

Dia bahkan mengancam jika dalam proses penangkapan ada bandar atau pengedar narkoba, baik sipil maupun oknum polisi yang melawan, agar dilumpuhkan.

"Saya perintahkan untuk ditembak saja. Namun dengan ketentuan bila melakukan perlawanan," tegasnya.

Sejumlah oknum polisi terlibat beragam kasus di Riau selama 2016 ini. Terakhir, oknum Kapolsek di Pelalawan tertangkap tangan melakukan pungutan liar dan terlibat kasus penyelundupan minuman keras.

Kemudian oknum polisi di Rokan Hilir juga ditangkap Polda Riau dan Polres Metro Jakarta Barat karena terbukti terlibat mengendalikan dan menyelundupkan sabu-sabu. Saat itu, oknum polisi tersebut diamankan dengan barang bukti setengah kilogram sabu-sabu dan ribuan butir ekstasi. (ant/sfa)