City Portal of Pekanbaru


Alhamdulillah karhutla turun signifikan di Riau...

karhutla.jpg
(ist)

KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) turun signifikan di Riau sepanjang 2016, yakni 10.676 hektare. Sebanyak 94 orang ditetapkan sebagai tersangka dan telah diproses secara hukum.

Demikian disampaikan Kapolda Riau Irjen Pol. Zulkarnain Adinegara dalam paparannya di Mapolda Riau, akhir pekan lalu.

"Luas lahan terbakar merupakan hasil pengecekan oleh personel polres dan jajaran di lokasi ditemukan titik api," kata Kapolda.

Ia mengatakan dari 10.676 hektare lahan yang terbakar, Polda Riau sebagai bagian dari Satgas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Riau 2016 berhasil membantu pemadaman sekitar 9.482 hektare lahan yang terbakar.

Secara umum, dia menjelaskan Kabupaten Rokan Hilir merupakan wilayah dengan kebakaran yang terluas selama 2016 dibandingkan 11 wilayah lainnya. Tercatat 3.416 hektare lahan di Rokan Hilir terbakar.

Kota Dumai merupakan wilayah ke-2 dengan luas kebakaran tertinggi di Riau. Seluas 2.088 hektare lahan di kota pinggir Selat Malaka itu terbakar selama 2016. Kemudian Bengkalis menempati urutan ke-3 dengan luas lahan terbakar mencapai 1.595 hektare, diikuti Kampar 1.126 hektare, Meranti 898 hektare, dan Pelalawan 412 hektare.

Lalu, di Siak kebakaran tercatat mencapai 289 hektare, Indragiri Hilir 211 hektare, Indragiri Hulu 98 hektare, Pekanbaru 33 hektare, dan Kuantan Singingi 15 hektare.

Kapolda mengatakan kemungkinan data luas kebakaran hutan dan lahan yang ia paparkan bisa saja berbeda. Namun, data tersebut merupakan akumulasi jajaran polres se-Riau yang ditangani selama 2016 lalu.

Berkurangnya kawasan hutan dan lahan yang terbakar berbanding lurus dengan minimnya bencana kabut asap. Boleh dikatakan tidak ada kabut di 2016. (ant/sfa)