City Portal of Pekanbaru

Jalur Sumbar-Riau padat, seratus polisi dikerahkan jaga titik rawan

rawan-longsor.jpg
(ist)

SERATUSAN polsi dikerahkan di titik-titik rawan kemacetan arus lalu lintas dari Sumbar menuju Riau, Senin (2/1). Jalur itu padat dilintasi kendaraan mengingat libur panjang akhir tahun telah usai dan besok sudah harus masuk kerja.

"Sebanyak 102 personel kami turunkan ke titik-titik rawan macet sepanjang Riau-Sumbar untuk mengantisipasi kemacetan saat arus balik setelah tahun baru," kata Kapolres Kampar AKBP Edy Sumardi, Senin sore.

Dia menjelaskan hari ini merupakan hari terakhir liburan akhir tahun. Hal ini menyebabkan banyak masyarakat yang sebelumnya menghabiskan libur akhir tahun di Sumbar akan kembali ke Riau.

"Situasi ini tentunya akan berdampak pada peningkatan arus lalulintas yang berpotensi menimbulkan kemacetan bila tidak diantisipasi pengaturannya," ujarnya.

Dia menguraikan 102 personel dari berbagai satuan ditempatkan ke lokasi atau persimpangan yang rawan macet. Dan sebagian personil Satuan Lalulintas dan Sabhara dengan yang menggunakan sepeda motor dan mobil patroli ditugaskan sebagai tim urai macet.

Beberapa anggota Polwan dan personil Satuan Binmas juga diturunkan sebagai tim penerangan keliling. Tugas mereka adalah memberikan imbauan dan penerangan kepada pengguna jalan agar tertib dan mematuhi peraturan lalulintas, jelasnya.

Meski begitu, ia mengatakan hingga sore tadi arus lalulintas di jalan lintas yang menghubungkan dua provinsi bertetangga ini dalam keadaan ramai lancar.

"Prediksi kita peningkatan arus lalulintas ini akan berlangsung hingga malam nanti," jelasnya.

Lebih jauh, kondisi jalan secara umum cukup baik. Meski begitu, terpantau sedikit kerusakan jalan di KM 55 Desa Tanjung Rambutan, karena ada beberapa bagian jalan sepanjang sekitar 30 meter yang berlubang akibat lepasnya lapisan aspal bagian atas, namun masih bisa dilewati.

Sementara itu, Polres Kampar sebelumnya mendirikan enam pos pengamanan dan pelayanan sepanjang jalur Riau-Sumbar pada akhir Desember silam.

Dia menjelaskan pos-pos pengamanan yang terangkum dalam operasi Lilin 2016 itu diperkuat oleh 250 personel Polisi, 48 TNI, serta didukung oleh Dinas Perhubungan, BPBD, Dinas Kesehatan dan lainnya. (sfa)