City Portal of Pekanbaru

Pernah jadi korban, Wakil Ketua MPR heran fitnah bertebaran

hidayat-nur-wahid.jpg
(ist)

BANYAK yang mulai mengeluhkan fitnah bertebaran di dunia maya. Khususnya media sosial. Presiden Jokowi bahkan sampai memerintahkan menterinya untuk menertibkan media sosial dan situs-situs online yang sebegitu banyak itu.


Kegelisahan serupa dirasakan Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, apalagi ia pernah korban fitnah beberapa pemberitaan.

Fenomena ini membuat dia heran, karena terjadi pada era informasi sangat mudah disebarluaskan dengan penuh keterbukaan.


"Saya heran pada era keterbukaan informasi lalu kenapa yang dimunculkan malah fitnah. Mengapa bukan informasi yang bermartabat dan berkualitas yang dapat meningkatkan kualitas kita," ujarnya di Jakarta, Selasa (3/1/2017).


Media sosial sering dimanfaatkan untuk membentuk opini-opini tertentu yang sering hasil pelintiran data dan fakta atau lain-lain.


Dia mengatakan masyarakat pengguna media sosial harus bisa mengendalikan diri. Artinya kalau ada berita bohong dan isinya tidak baik, harus disensor diri sendiri.


Dia menilai Indonesia seharusnya lebih unggul dari negara lain karena tidak utamakan fitnah dan berita bohong. Hendaknya berita yang dihadirkan adalah kinerja yang lebih baik dan kualitasnya lebih unggul.


Dia juga menyinggung kritik kepada pemerintah. "Kritik itu kepedulian untuk menghadirkan sesuatu yang lebih baik. Karena itu kritik harus berdasarkan data dan bukti,” ucapnya.


Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto memastikan upaya pemerintah menertibkan penggunaan media sosial bukan bagian dari upaya menghalangi masyarakat untuk beraktivitas di dunia maya. (ant/sfa)