City Portal of Pekanbaru

Polisi kejar pemodal pencuri kayu di cagar biosfer

kayu-truk.jpg
(ist)

APARAT Polres Bengkalis menangkap truk yang mengangkut kayu hasil pembalakan liar di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu.

"Total lima ton kayu campuran jenis Meranti dan Mintangor kita sita," kata Kepala Polres Bengkalis AKBP Hadi Wicaksono, Selasa (3/1), seperti dikutip dari antarariau.

Hadi menuturkan penangkapan itu dilakukan jajaran Polres Bengkalis pada Senin dinihari lalu (2/1) sekitar pukul 01.00 WIB di Jalan Baru Desa Bukit Kerikil Kecamatan Bukit Batu, Bengkalis.

Dari penangkapan itu, petugas mengamankan supir truk berinisial DW (47) dan telah ditetapkan sebagai tersangka.

Ia menjelaskan penangkapan itu merupakan hasil pengintaian petugas dalam beberapa pekan terakhir. Pengintaian itu dilakukan setelah jajarannya mendapat informasi akan adanya upaya mengangkut kayu hasil pembalakan liar di kawasan tersebut.

"Pengintaian telah kita lakukan sejak akhir Desember lalu. Pada tahun baru pun anggota kita di sana, karena saat itu informasinya tersangka akan mengangkut kayu saat tahun baru," ujarnya.

Namun setelah terus diintai, tidak ditemukan adanya upaya mengangkut kayu pada malam tahun baru. "Baru pada malam kemarin tersangka ini membawa kayu tersebut keluar dari lokasi tersebut," jelasnya.

Hadi menuturkan hasil pemeriksaan sementara tersangka berusaha membawa kayu itu ke Kota Dumai untuk selanjutnya di jual ke Medan.

Hal itu yang masih terus didalami petugas, karena menurut Hadi, diduga kuat ada pemodal yang merencanakan upaya penyelundupan kayu tersebut.

"Ini yang masih terus kita dalami. Mudah-mudahan segera terungkap siapa saja yang terlibat," jelasnya.

Bukit Kerikil adalah sebuah desa yang berjarak sekitar 350 Kilometer dari Kota Pekanbaru ke arah pesisir Riau. Daerah itu diketahui berbatasan langsung dengan area cagar Biosfer GSK-BB yang terkenal akan kekayaan flora dan fauna serta keindahan panorama.

Pembalakan liar di kawasan itu bukan hanya "isapan jempol". Karena hasil penelusuran Polres Bengkalis bersama dengan TNI dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan beberapa waktu lalu, areal hutan nyaris habis dibabat.

Bahkan, para pembalak liar diketahui sangat terorganisir. Mereka membangun kanal-kanal serta rel untuk mengangkut kayu. Namun sayang, hingga kini belum ditemukan cukong atau pemodal yang harus mempertanggungjawabkan perbuatan merusak lingkungan itu.

Sementara itu, petugas gabungan sebelumnya telah melakukan penutupan kanal-kanal dan memusnahkan gubuk serta kayu-kayu. Dengan tertangkapnya supir truk ini diharapkan polisi dapat mengungkap aktor intelektual dibalik kejahatan lingkungan tersebut. (sfa)