City Portal of Pekanbaru

Mengaku polisi, pemuda sikat ponsel dan cincin mahasiswi

mengaku-polisi.jpg
(ist)

SEORANG pemuda berlagak sebagai anggota kepolisian untuk menipu seorang mahasiswa. Ia menggaet korbannya melalui media sosial Facebook.

"Modus tersangka mencari kenalan di Facebook, mengkau sebagai polisi lalu mengajak ketemuan dan menipu korban dengan berbagai alasan," terang Kepala Bidang Humas Polda Riau Kombes Pol Guntur Aryo Tejo di Pekanbaru, Rabu (4/1).

Dalam aksi tipu-tipunya itu, pemuda 24 tahun berinisial TI itu berhasil membawa kabur satu unit ponsel pintar, dua buah perhiasan berupa cincin emas milik korban Nela (21).

Aksi jahat tersangka berawal dari pertemanan melalui media sosial Facebook. Setelah sekian lama berkenalan, dengan beragam bujuk rayu tersangka berhasil mengajak Nela bertemu.

Mereka sepakat untuk bertemu di sebuah penginapan di Kota Duri, Kecamatan Mandau, Bengkalis.

Saat bertemu, tersangka yang mengaku sebagai penyidik di Polsek Mandau itu kemudian meminjam ponsel Nela.

Ia berdalih, untuk mengambil foto seorang tahanan yang baru saja berhasil ditangkap Polsek Mandau.

Tidak hanya ponsel. Pemuda penipu itu juga berhasil memperdayai Nela untuk meminjam cincin. Kali ini ia berdalih kerap diledek atasannya karena belum juga menikah. Sehingga dengan adanya cincin itu, ia dapat menunjukkan bahwa dia sudah bertunangan.

"Setelah berhasil mendapatkan barang incarannya, tersangka lalu meninggalkan korban," ujarnya.

Beberapa waktu kemudian, si pemuda tidak kunjung kembali. Bahkan semakin sulit dihubungi. Karena curiga, Nela lantas mencari tahu keberadaan tersangka di Polsek Mandau.

Alangkah terkejutnya, personel Polsek Mandau ternyata tidak mengenal TI yang mengaku sebagai penyidik di Polsek Mandau. Berdasarkan ciri-ciri yang disampaikan Nela, jajaran Polsek Mandau berhasil melacak TI dan meringkusnya.

"Keterangan tersangka masih terus kita dalami termasuk mengembangkan kemungkinan adanya korban lain," ujar Guntur, seperti dikutip dari antarariau. (sfa)