City Portal of Pekanbaru

Jalur Lubuk Basung-Bukittinggi putus, Solok dan Pessel banjir

longsor.jpg
(ist)

LONGSOR di beberapa titik di kawasan Panta, Kecamatan Matur, memutus akses transportasi yang menghubungkan pusat pemerintahan Kabupaten Agam di Lubuk Basung menuju Kota Bukittingi, Sumatera Barat.

Longsor terjadi pada Rabu malam (4/1/2017) sekitar pukul 23:00 WIB.

"Untuk sementara waktu tidak ada kendaraan yang dapat melintasi jalur tersebut, sehingga ratusan kendaraan terjebak macet," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat Bambang Warsito di Lubuk Basung, Kamis (5/1/2017) pagi.

Ia mengatakan tujuh titik tanah longsor terdapat di perbatasan Kecamatan Matur dan Ampek Koto dengan panjang sekitar lima sampai 10 meter dan tinggi satu sampai dua meter.

Material longsor itu sudah mulai dibersihkan menggunakan alat berat eskavator miliki Pemerintah Provinsi Sumbar sejak Kamis dini hari.

Namun pihaknya belum bisa memastikan berapa jam lagi arus transportasi bisa normal, karena beberapa titik masih dalam pengerjaan.

"Kita akan berusaha semaksimal mungkin agar material longsor itu dapat dibersihkan sehingga arus transportasi yang menghubungkan Lubuk Basung-Bukittinggi menjadi normal," kata dia.

Ia menyebutkan curah hujan tinggi juga melanda Kecamatan Palupuh sejak Rabu sore (4/1) hingga Kamis (5/1) mengakibatkan longsor sebanyak lima titik.

Akibatnya arus transportasi dari Bukittinggi menuju Pasaman juga sempat terganggu beberapa jam. Namun saat ini sudah normal setelah BPBD Agam dan masyarakat setempat membersihkan material longsor tersebut.

Sebelumnya tanah longsor juga menutup badan jalan di Malalak Timur, Kecamatan Malalak dengan panjang 20 meter dan tinggi satu meter.

Selain itu Kampuang Perak, Kecamatan Ampek Koto dengan panjang sekitar delapan meter dan tinggi satu meter dan Jorong Riki, Nagari Tanjung Sani, Kecamatan Tanjung Raya, dengan panjang 15 meter dan tinggi sekitar tiga meter.

Ia mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan dengan cara menghindari untuk melewati daerah rawan longsor, mengungsi ke daerah lebih aman dan lainnya.

"Hal ini dilakukan agar tidak terjadi korban jiwa saat longsor, banjir dan pohon tumbang melanda daerah itu saat curah hujan tinggi," katanya.

Sementara itu seorang pengendara Irwan (32) mengatakan sudah terjebak macet sekitar dua jam di kawasan Panta, Kecamatan Matur, dan berharap dinas terkait secepatnya membersihkan material longsor agar akses jalan menjadi normal.

"Saya berharap pemerintah bisa mengatasi tanah longsor di Panta, karena lokasi ini rawan longsor saat hujan," katanya.

Salayo banjir

Masih di Sumatera Barat, banjir setinggi 50 sentimeter hingga satu meter melanda Kabupaten Solok, pada Kamis pagi, diakibatkan tingginya curah hujan di daerah itu sejak Rabu (4/1/2017).

"Nagari Salayo menjadi salah satu kawasan terparah dilanda banjir," kata salah seorang anggota Kelompok Siaga Bencana (KSB) Nagari Salayo, Kabupaten Solok Yanti di Nagari Salayo, Kamis.

Ia menjelaskan banjir berkemungkinan terjadi akibat luapan Sungai Batang Gawan dan Batang Lembang dan bertemu di mata air Nagari Salayo.

Air mulai meluap pada Kamis pagi pukul 06.30 WIB. Kemudian KSB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, TNI serta tim relawan lainnya mulai membantu warga mengungsi ke tempat yang lebih aman pada 07.00 WIB.

"Sebanyak 20 orang dari tim penyelamat Kabupaten Solok diturunkan di beberapa titik untuk melakukan evakuasi," katanya.

Titik-titik yang dilakukan evakuasi di antaranya Pasar Selayo, Kawasan SMA Negeri 1 Kubung serta masyarakat di sejumlah perumahan setempat. "Pasar Selayo termasuk yang terparah. Selama ini bahkan tidak pernah terdampak banjir, namun saat ini air mulai menyusut," ujarnya.

Banjir juga melanda empat kecamatan di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel). Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pesisir Selatan, Prinurdin di Painan, Kamis, mengatakan empat kecamatan tersebut yakni Bayang, Bayang Utara, IV Jurai dan Batang Kapas.

Ribuan rumah terendam banjir, Kamis subuh sekitar pukul 05.00 WIB, dengan ketinggian air berkisar satu sampai dua meter.

"Kami telah menurunkan tim guna secepatnya mengevakuasi korban," kata dia.

Ia menambahkan khusus di Bayang Utara, tim dilengkapi dengan alat berat untuk membuka akses jalan yang tertimbun longsor.

Sementara di Batang Kapas, tim dilengkapi dengan empat unit perahu karet untuk mengevakuasi korban yang terisolir akibat banjir.

Hingga saat ini pihaknya belum menerima adanya korban banjir yang meninggal dunia. "Mudah-mudahan dengan diturunkannya tim bisa meminimalisir dampak dari bencana ini," kata dia. (ant/sfa)