City Portal of Pekanbaru

Tebusan amnesti pajak di Riau cuma Rp 807 miliar, kalah dari Kepri

amnesti-pajak.jpg
(ist)

TOTAL uang tebusan pengampunan pajak di wilayah Riau dan Kepulauan Riau (Kepri) pada 2016 mencapai Rp2,035 triliun. Fakta menariknya, uang tebusan pengampunan pajak di Kepri lebih besar dari Riau.

Fakta itu diungkap Koordinator Tax Amnesty (TA/Pengampunan Pajak) Direktorat Jenderal Pajak Wilayah Riau dan Kepulauan Riau, Agus Satria.

"Ini (Rp2,035 triliun) total uang tebusan dua wilayah, Riau dan Kepri, pada periode pengampunan 1 Juli-30 September dan 1 Oktober-31 Desember 2016," kata Agus Satria di Pekanbaru, Kamis (5/1).

Diakui Agus pelaksanaan Tax Amnesty (TA) periode I terbilang sukses berjalan dibandingkan periode II, karena jumlah uang tebusan terbanyak pada periode I yakni 1 Juli-30 September sebesar Rp1,840 triliun, sedangkan pada periode II hanya Rp195 miliar.

"Pada periode pertama 1 Juli-30 September 2016 kami berhasil mendapatkan Rp1,840 triliun lebih dari total wajib pajak (WP) yang ikut TA berjumlah 30.444 tersebar di Provinsi Riau dan Kepri," urainya.

Sementara itu pada periode II uang tebusan Rp195 miliar diperoleh dari 10.376 wajib pajak pada wilayah Riau-Kepri.

"Memang terjadi penurunan pelaporan dan jumlah dana yang masuk. Karena, yang besar-besar sudah menyetor di periode pertama," ucap Agus lagi.

Ia juga menjelaskan jika dilihat per provinsi, maka uang tebusan dan wajib pajak terbesar masih didapat dari Kepulauan Riau yang pada periode I Kepri mencapai Rp1,033 triliun dengan jumlah wajib pajak 17.110.

Sedangkan Riau pada periode sama hanya Rp807 miliar dengan wajib pajak 13.334 Sementara pada periode II Kepri mengumpulkan uang tebusan Rp110 miliar dengan wajib pajak 5.486 dan Riau Rp85 miliar dengan wajib pajak 4.890.

Pengertian uang tebusan dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2016 tentang Tax Amnesty adalah sejumlah uang yang dibayarkan ke Kas Negara untuk mendapatkan pengampunan pajak.

Uang tebusan dihitung dari harta bersih setelah dikurangkan dengan utang, kemudian dikalikan dengan tarif sesuai dengan ketentuan. (ant/sfa)