City Portal of Pekanbaru

Ada bukti sperma, Bupati Katingan dan selingkuhan resmi tersangka

farida-yeni.jpg
(ist)

BUPATI Katingan Ahmad Yangtenglie dan perempuan selingkuhannya, Farida Yeni, ditetapkan sebagai tersangka kasus perzinaan. Akan tetapi polisi tidak menahan mereka, karena ancamannya hanya sembilan bulan penjara.

Direktur Kriminal Umum Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah Kombes Pol Gusde Wardana mengatakan, polisi menetapkan AY (Ahmad Yangtenglie) dan FY (Farida Yeni) sebagai tersangka berdasarkan hasil pemeriksaan dan bukti.

"AY dan FY mengakui perbuatannya dan ada bukti sperma. Kita tetap akan melakukan pemeriksaan secara intensif. Tapi kita tidak melakukan penahanan dan hanya wajib lapor karena ancaman hukumannya sembilan bulan," paparnya kepada pers, Jumat (6/1/2017).

Ia menjelaskan pula bahwa berdasarkan hasil tes urine yang dilakukan oleh aparat Polda Kalimantan Tengah dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) pada Kamis (5/1), AY dan FY tidak terbukti menggunakan narkotika.

Kepada polisi, AY dan FY sama-sama mengakui telah menikah siri di Bogor, Jawa Barat. Namun sampai saat ini penyidik belum mendapatkan bukti yang mendukung pernyataan keduanya.

"Polda Kalteng belum ada koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri terkait AY yang menjadi Bupati Katingan. Bukan ranahnya itu. Tapi, kalau Kemendagri memerlukan data terkait kasus ini, ya kita akan berikan data," kata Gusde.

AY hari ini menjalani pemeriksaan di Markas Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah. Ia terlihat meninggalkan markas kepolisian sekitar pukul 10.00 WIB. Sedangkan FY masih menjalani pemeriksaan di gedung Direktorat Kriminal Umum Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah.

Keduanya digerebek suami sah FY di kost-kost perempuan cantik itu pada Kamis dini hari WIB.

Tak bisa dinonaktifkan

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo angkat bicara perihal perselingkuhan Bupati Katingan, Ahmad Yangtenglie dengan PNS berinisial FY, yang merupakan istri seorang polisi.

Meski sudah menjadi tersangka, Bupati Katingan Ahmad Yatenglie dan PNS FY tidak bisa dinonaktifkan. Sebab tersangka tidak ditahan dan ancaman hukuman maksimal hanya sembilan bulan.

"Tetap tidak bisa dinonaktifkan. Kita tetap menunggu keputusan hukum tetap. Dan saat ini masih menjabat bupati, kecuali ditahan," ungkap mendagri melalui pesan singkat kepada wartawan, Jumat.

Tjahjo Kumolo mengatakan tidak akan turut campur dalam proses hukum yang dijalani Ahmad Yatenglie. Bila alat bukti cukup dan sudah ditetapkan tersangka oleh polisi, Kemendagri tinggal menunggu penetapan hukum atas kasus tersebut atau incrah.

"Kalau alat bukti cukup dan ada pengaduan langsung ke kepolisian, saya persilakan memproses secara hukum saja. Kita tunggu hasilnya sampai selesai," kata dia. (ant/okz/sfa)