City Portal of Pekanbaru

Perusak alat peraga kampanye diancam hukuman penjara

alat-peraga.jpg
(antara)

PERHELATAN demokrasi semakin dekat, alat peraga kampanye (APK) bergambar para calon wali kota dan wakil wali kota kini bertebaran di seantero kota. Masyarakat diimbau untuk menyukseskan pesta demokrasi.

Salah satunya dengan tidak merusak alat peraga kampanye. "Itu pidana kalau kedapatan orang merusak APK, lapor ke Panwaslu," ujar Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Pekanbaru Indra Khalid Nasution, Kamis (5/1/2017), seperti dikutip dari antarariau.

Oleh karena itu, ia berharap masyarakat turut berpartisipasi dalam menjaga APK, dan segera melaporkan bila ada orang yang merusaknya.

"Tapi kalau ada yang melapor tapi tidak tahu siapa yang merusak APK juga tidak ada gunanya. Siapa yang mau ditindaklanjuti," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengimbau kepada KPU, pasangan calon dan tim sukses yang memasang APK untuk turut mengawasinya

Sejauh ini terkait kampanye menurutnya belum ada laporan yang diterimanya. Pihaknya saat ini melakukan pengawasan terkait jumlah APK yang dipasang oleh KPU dan tim pasangan calon.

Sesuai ketentuan, menurutnya, pasangan calon diperbolehkan memasang APK sebanyak 150 persen dari yang dipasang KPU.

"Ini lagi didata oleh jajaran berapa jumlahnya, jadi belum selesai. Kalau jumlah harus dihitung dulu," imbuhnya.

Kemudian tentang pemasangan APK yang tidak sesuai tempatnya, Panwaslu mengaku tak kesulitan. Dikatakannya, jika tidak berada di tempat yang telah ditentukan akan langsung diberitahukan ke KPU dan pasangan calon supaya dipindahkan.

Sebelumnya Ketua KPU Pekanbaru, Amiruddin Sijaya menyampaikan pihaknya sudah memasang APK, namun sudah ada yang tumbang dan dirusak orang.

Pilkada Pekanbaru yang akan digelar 15 Februari nanti akan diikuti lima pasangan kepala daerah, yakni pasangan Syahril-Said Zohrin, Herman Nazar-Defi Warman, Firdaus-Ayat Cahyadi, Ramli-Irvan Herman, dan Dastrayani Bibra-Said Usman Abdullah. (sfa)