City Portal of Pekanbaru

Gempa mengguncang saat azan, warga Padang berhamburan

berhamburan.jpg
(ist)

GEMPA berkekuatan 5,5 skala Richter (SR) pada pukul 18.28 WIB, Senin (9/1/2017), sempat membuat panik warga Kota Padang, Sumatera Barat. Mereka berhamburan ke luar rumah dan menghentikan aktivitas di dalam ruangan.

"Saya bersiap akan melaksanakan shalat Maghrib kemudian terasa gempa cukup kuat, saya berlari keluar rumah," kata salah seorang warga Padang, Budi (26).

Ia mengatakan getaran gempa yang dirasakan cukup lama, sehingga saat berhenti pun ia merasa pusing.

Warga lainnya Lina (23) yang juga merasakan gempa mengaku sedang bekerja di dalam ruangan saat terjadi gempa. Ia segera berlari ke luar takut gempa berakibat fatal pada bangunan tempat ia bekerja.

"Saya kaget. Gempanya cukup kuat dan lama," ujarnya.

Selain berhamburan keluar rumah dan bangunan lainnya, sebagian toko yang berada di kawasan Pondok, Kota Padang langsung tutup dan para karyawan memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing.

"Takutnya ada gempa susulan jadi kami memutuskan tutup toko dan pulang," kata salah seorang karyawan toko di Padang, Nova (25).

Berdasarkan data yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Padang Panjang, gempa yang diarasakan warga Padang itu berkekuatan 5,5 skala Richter. Pusat gempa berada di koordinat 1.69 Lintang Selatan dan 100.31 Bujur Timur atau 64 kilometer barat laut Pesisir Selatan.

Gempa tergolong dangkal, pada kedalaman 17 kilometer. BMKG memastikan gempa itu tidak berpotensi tsunami.

Selain mengguncang Kota Padang, gempa itu juga dirasakan di sejumlah kabupaten dan kota di Sumbar, seperti Agam, Mentawai, Pariaman, Pesisir Selatan, Tanah Datar, Solok Selatan, dan Bukittinggi.


Warga Pasir Talang, Kecamatan Sungai Pagu, Solok Selatan, Ikbal (20) menyebutkan guncangan gempa terasa cukup kuat. "Gempa cukup kuat terasa. Saya dan ibu yang sedang di dapur langsung ke luar rumah," ujarnya di Padang Aro.

Sesampainya di luar rumah, katanya terlihat beberapa tetangga juga sudah berlarian untuk menyelamatkan diri.

Gempa yang terjadi saat azan Magrib itu, sempat mengagetkan sejumlah warga. "Ada beberapa tetangga yang sempat teriak gampo, gampo, gampo (gempa)," ujarnya.

Setelah getaran gempa mereda, warga mulai kembali ke dalam rumah. (ant/sfa)