City Portal of Pekanbaru

Pelaku penembakan misterius di Pekanbaru ternyata mantan polisi

penangkapan.jpg
(istimewa)

APRESIASI tinggi untuk kepolisian. Kurang dari 24 jam, polisi berhasil meringkus pelaku penembakan Jodi setiawan, 21 tahun, yang menggegerkan Pekanbaru akhir pekan lalu.

Kepolisian Resor Kota Pekanbaru bersama Polda Riau bekerjasama dengan Polda Sumatera Barat membekuk pelaku di Padang Panjang, Sumbar. Pelaku penembakan misterius itu ternyata mantan polisi.

"Pelaku berhasil dibekuk di Padang Panjang, Sumbar," kata Kepala Bidang Humas Polda Riau, Komisaris Besar Guntur Aryo Tejo di Pekanbaru, Senin (9/1/2017).

Guntur menjelaskan pengungkapan itu merupakan hasil kerjasama Polresta Pekanbaru bersama dengan Direktorat Intelijen dan Keamanan Polda Riau serta Polres Padang Panjang, Sumbar.

Hasilnya, kurang dari 24 jam pelaku berinisial St (29) berhasil dibekuk pada Minggu malam (8/1). Hasil pemeriksaan sementara, pelaku merupakan pecatan anggota polisi dalam kasus narkoba.

St mengakui telah melakukan penembakan di Kecamatan Lima Puluh, Pekanbaru, hingga menyebabkan seorang pemuda bernama Jodi Setiawan (21) meninggal dunia. Meski begitu, polisi belum merilis motif pelaku menghabisi nyawa korban.

"Dari tangan pelaku disita senjata api rakitan dan enam butir peluru," jelasnya.

Informasi yang diperoleh, saat ini tim kepolisian masih di Sumatera Barat dalam proses pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut.

Pada Sabtu (7/1/2017) malam sekitar pukul 23.30 WIB , seorang pemuda berusia 21 tahun bernama Jodi tewas dengan peluru yang menembus dada kiri. Ia tewas tepat di depan pintu rumah Eddi Tias (64), Jalan Hasanuddin, Kelurahan Rintis, Kecamatan Limapuluh, Pekanbaru.

Malam itu, anak pemilik rumah, Wali Saputra, mendengar suara letusan dari pekarangan rumahnya.

Penasaran, Wali kemudian melihat keluar lalu mendengar suara teriakan orang meminta tolong dari arah teras rumahnya.

Wali membuka pintu depan dan melihat seorang laki-laki tidak dikenal dalam posisi tertelungkup berlumurah darah. Saat itu pula, pembantu rumah itu, Siti Maisarah, sempat melihat sebuah mobil warna hitam berhenti di depan pagar rumah.

Tidak lama kemudian, mobil tersebut pergi saat korban masih tertelungkup bersimbah darah.

Polisi yang mendapat laporan langsung turun ke lokasi kejadian lalu mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Bhayangkara, Pekanbaru, untuk dilakukan visum.

Dari identitas yang dikantonginya, belakangan diketahui korban merupakan warga Jalan Khadijah Ali, Kelurahan Kampung Dalam, Kecamatan Senapelan, Pekanbaru, bernama Jodi Setiawan, 21 tahun.

Polisi menemukan uang tunai di kantong celana Jodi Rp 1,35 juta serta sebutir pil yang diduga narkoba di dalam lipatan uang Rp 50 ribu. "Diduga ineks," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Pekanbaru Komisaris Bimo Haryanto. (ant/sfa)