City Portal of Pekanbaru

Sesuai kuota, 60 sekolah terapkan kurikulum K13

siswa.jpg
(ist)

KURIKULUM 2013 (K13) secara utuh telah diterapkan di 60 sekolah dari berbagai jenjang pendidikan SD, SMP dan SMA di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, pada 2016, sesuai aturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

"Ini sesuai kuota Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bagi Kota Pekanbaru, hanya 25 persen dari sekolah yang wajib menerapkan K13 pada 2016," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Abdul Jamal, Minggu (8/1/2017).

Menurut Abdul Jamal, penentuan jumlah ini oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan guna menghindari timbulnya kendala dalam pelaksanaan K13. Selain juga menyesuaikan dengan kemampuan keuangan pemerintah.

Sebab untuk menerapkan K13 butuh guru yang memiliki kemampuan dan sudah mendapat pelatihan serta buku-buku. Sementara ada sekolah yang melakukannya secara mandiri, namun selalu terkendala dana.

Karena itu, kementerian mengimbau agar dilakukan bertahap setiap tahun sesuai kuota.

"Kami mengimbau agar sekolah menghentikan kalau mau menerapkan secara mandiri. Kami stop dulu karena dikhawatirkan akan timbul hal yang tidak diingini," katanya.

Misalnya masalah pelatihan guru, pengadaan buku-buku yang tidak bisa dianggarkan oleh pemerintah sehingga diubah polanya ditentukan sesuai anggaran. Untuk 2016 jumlahnya 25 persen atau 60 dari 240 sekolah yang ada dan anggarannya ditanggung pemerintah.

"Untuk Pekanbaru pelatihan semua guru pada sekolah yang menerapkan K13 sudah selesai, buku dibantu," katanya,

Dia juga mengingatkan bagi sekolah yang tidak masuk daftar untuk tidak menerapkan K13, karena jika bermasalah maka di luar tanggung jawab Disdik.

"Mana sekolah yang tidak termasuk daftar tidak kami beri rekomendasi, karena takut bermasalah," katanya.

Namun demikian secara bertahap semua sekolah akan menerapkan K13 hingga targetnya 100 persen pada 2019.

"Untuk Pekanbaru ada 60 sekolah dari berbagai jenjang SD, SMP dan SMA tersebut sudah menerapkan K13 secara penuh pada 2016," katanya.

Mengenai perbedaan kualitas antara sekolah yang sudah menerapkan K13 dengan yang belum, dia menjelaskan, sejauh ini tidak bermasalah. Apalagi tidak ada perbedaan materi pelajaran antara K13 dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

"Hanya yang berbeda metoda pengajaran, sementara materi sama saja. Kalau dulu guru berkomunikasi satu arah, sekarang proaktif siswa didorong," kata dia. (ant/sfa)