City Portal of Pekanbaru


Yulwiriati janji tindak 3 pegawai Dishut yang memeras pemilik truk kayu

yulwiriati.jpg
(ist)

AKSI tiga pegawai Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau yang diduga melakukan pungutan liar dan pemerasan menimbulkan keprihatinan dari berbagai pihak.

Menyikapi hal itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Riau Yulwiriati Moesa mengatakan akan menindak tegas tiga pegawainya itu.

"Saya akan membina dan menindak tegas oknum-oknum ASN (aparatur sipil negara) Dinas LHK yang melakukan pungli, pemerasan dan korupsi," kata Yulwiriati kepada wartawan di Pekanbaru, Minggu (8/1/2017).

Tiga oknum pegawai Dinas LHK Provinsi Riau tertangkap tangan oleh aparat Ditreskrimsus Polda Riau pada Sabtu (7/1) akibat menerima amplop berisi Rp5 juta.

Ketiganya berinisial berinisial SCH (39), JH (48) dan He (43). Polisi menyatakan, ketiga oknum itu berusaha memeras seorang sopir truk kayu tujuan Sumatera Barat-Sumatera Utara saat melintas di Kampar, Riau.

Hingga kini, Polda Riau menyatakan masih terus mendalami keterangan ketiga oknum itu.

Terkait tindakan tegas apa yang akan diterapkan kepada personelnya itu, Yuliawati yang baru menjabat sebagai Kepala Dinas LHK Riau pada akhir Desember 2016 belum menjabarkannya.

Hanya saja, dia mengatakan, masih menunggu dan menghormati proses hukum yang berlangsung.

"Ini salah satu satu agenda utama saya sebagai Kepala Dinas LHK," lanjutnya.

Sementara itu, Polda Riau merilis bahwa penangkapan tiga oknum ASN Dinas LHK Riau itu merupakan tindak lanjut laporan pemilik kayu tersebut bernama Wan Muhammad Iqbal (49).

Dalam laporannya, Iqbal mengatakan, oknum itu tetap menahan truk yang dikemudikan sopirnya meski memiliki dokumen lengkap.

Sebelum menyerahkan uang sejumlah Rp5 juta, ketiga oknum itu disebut sempat meminta Rp30 juta agar bisa dilepas dan melanjutkan perjalanan ke Sumatera Utara. (ant/sfa)