City Portal of Pekanbaru


Sanger minta tenaga kebersihan tenang, jamin tak ada PHK

kebersihan-kota.jpg
(ist)

PLT WALI KOTA Pekanbaru Edwar Sanger menjamin tidak akan merumahkan tenaga harian lepas (THL) bidang tertentu yang berhubungan dengan pelayanan langsung dengan masyarakat setempat, walau kondisi keuangan krisis.

"Tadi sudah saya katakan kepada kepala OPD (organisasi perangkat daerah) baru, THL tertentu tidak akan kita ganggu atau "rumahkan" kata Pelaksana tugas Wali Kota Pekanbaru Edwar Sanger di Pekanbaru, Selasa (10/1/2017).

Edwar menjelaskan hal ini erat kaitannya dengan petugas teknis yang berhubungan dengan pelayanan masyarakat. Seperti petugas kebersihan, guru, Damkar, Satpol-PP.

Namun di satu sisi ia berpesan agar mereka yang tidak "dirumahkan" menunjukkan tanggungjawabnya dalam mengemban tugas.

THL sebutnya harus menunjukkan bahwa mereka layak dipekerjakan dengan melakukan pekerjaannya dengan baik.

"Jangan mereka meminta haknya tetapi kewajiban tidak mereka lakukan," tegasnya.

"Contohnya saya seminggu ini berkeliling kota, begitu banyak sampah ditemukan, apa alasan mereka (THL..red) kok gak bekerja," katanya bertanya.

Sementara ucapnya pula ia sudah mengistruksikan bahwa THL kebersihan tetap berjalan dan bekerja seperti biasa.

Karena itu Ia mengajak mari bersama-sama memberikan kinerja yang baik kepada Pemko Pekanbaru.

"Sebagai imbalannya saya akan berikan jaminan kepada mereka (THL..red) untuk tetap bekerja seperti biasa. Selama saya jadi Plt akan saya usahakan itu," tegasnya berjanji.

Sebelumnya diberitakan ribuan petugas kebersihan di Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Pekanbaru berada di bawah payung Serikat Buruh Muslim Indonesia (Sarbumusi) mempertanyakan status kerja mereka di instansi pemerintah tersebut.

Ketua Sarbumusi Basis DKP Kota Pekanbaru Endrik mengatakan, pihaknya sudah mengajukan perpanjangan kontrak kerja melalui surat lamaran pada 29 Desember 2016 lalu kepada Pemko.

Namun, hingga 4 Desember belum ada jawaban dari pihak dinas bersangkutan.

"Biasanya, sebelum ganti tahun, sudah jelas status perpanjangan kontrak kerjanya. Namun, tahun ini belum jelas, ini ada apa," kat Endrik pada Kamis (5/1/2017).

Sedangkan per 1 Januari 2017 mereka harus kontrak baru.

Ia menerangkan menurut informasi yang dihimpun dari Sarbumusi Basis DKP, jumlahnya berkisar 40 orang saja.

"Pekerja yang masuk rata-rata hanya supir truk sampah dan beberapa penyapu jalan. Sedangkan lainnya tidak," jelasnya.

Di sisi lain Kadis Lingkungan Hidup dan Kebersihan Zulfikri menjelaskan, bahwa persoalan tenaga kebersihan sempat tersendat karena adanya perubahan sejumlah SKPD menjadi OPD dan baru dilantik beberapa waktu lalu.

"Masalah tenaga kebersihan sedang kita bahas bagaimana kelanjutannya. Hanya saja, kemungkinan besar akan ada pengurangan," ucap Zulfikri.

Disampaikannya Pemerintah Kota Pekanbaru mengalokasi anggaran petugas kebersihan berstatus tenaga harian lepas pada 2017 hanya 900 orang. Sementara jumlah yang dipekerjakan sebelumnya mencapai 1.200 an orang.

"Sulit juga untuk mencari jalan keluarnya. Namun, dengan jumlah tenaga yang ada pada tahun sebelumnya kita masih keteteran," kata dia. (ant/sfa)