City Portal of Pekanbaru

Satu lagi pegawai Dishut ditangkap, diduga otak aksi pungli

pungli.jpg
(ist)

BERTAMBAH lagi satu tersangka dalam kasus pungutan liar yang melibatkan oknum aparatur sipil negara (ASN) Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau. Dengan demikian, keseluruhan tersangka berjumlah empat orang.

"Ada penambahan satu orang lagi, pegawai Dishut (Dinas Kehutanan) Riau," kata Direktur Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Pol Rivai Sinambela di Pekanbaru, Rabu (11/1/2017).

Sebelumnya tiga oknum pegawai Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi diciduk aparat Direktorat Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Riau, karena diduga melakukan pemerasan dan pungutan liar.

Operasi tangkap tangan itu dilakukan jajarannya di sebuah warung kaki lima di sekitar Jalan Dahlia, Kota Pekanbaru, akhir pekan lalu, sekitar pukul 10.30 WIB. Dari tangan ketiganya disita uang tunai Rp5 juta.

Mereka itu masing-masing berinisal SCH (39), JH (48), dan He (43). Mereka telah ditetapkan sebagai tersangka dan terancam hukuman tujuh tahun penjara.

"Hasil pengembangan dari tiga tersangka itu, kita peroleh nama TA," ujar Kombes Rivai Sinambela.

Dia mengatakan, pelaku berinisial TA tersebut diduga sebagai aktor di balik aktivitas pungli yang dilakukan oleh ketiga oknum di atas. "Yang bersangkutan diduga otak pelaku. Kita jemput dia hari ini untuk diperiksa," jelas Rivai.

Saat disinggung lebih jauh jabatan TA ini, dia tidak bersedia menjabarkannya. Rivai hanya mengatakan bahwa TA memiliki jabatan penting di Dinas LHK Riau.

Pengungkapan kasus pungli ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat yang menjadi korban pemerasan ketiga oknum Dinas LHK Riau.

Kejadian berawal saat mereka mengamankan sebuah truk mengangkut kayu gelondongan. Truk yang dikendarai Wan Muhammad Iqbal (49) itu membawa kayu dari Sumatera Barat menuju Sumatera Utara, melalui Kabupaten Kampar, Riau.

Saat melintasi Jalan Kubang Raya, Kabupaten Kampar, pada Kamis (5/1/2017) lalu, ketiga pelaku menghentikan truk dengan nomor polisi BM 8864 MC.

Ketiga pelaku lantas mencari-cari kesalahan muatan kayu itu, hingga akhirnya mengamankan truk. Informasi sementara yang didapat, kendaraan itu dilengkapi dokumen resmi meski belum dijelaskan secara rinci.

Setelah diamankan, ketiga oknum itu kemudian meminta kepada pemilik kayu untuk menyerahkan Rp30 juta sebagai syarat truk dan muatannya dibebaskan. Karena keberatan, pemilik kayu hanya menyanggupi sebanyak Rp5 juta.

Tanpa sepengetahuan ketiga oknum itu, pemilik kayu melapor dugaan pemerasan itu ke kepolisian.

Penyerahan uang Rp 5 juta lantas dilakukan di sebuah warung makan kaki lima di Jalan Dahlia, Sabtu (7/1/2017) siang. Saat ketiga pelaku menerima uang yang dikemas dalam amplop itu, polisi langsung melakukan penangkapan. (ant/sfa)