City Portal of Pekanbaru

Kecewa tak ditemui Jokowi, mahasiswa bertahan di depan Istana

aksi-mahasiswa.jpg
(ist)

JAKARTA - Massa pengunjuk rasa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia terus bertahan di depan Istana Negara, Jakarta, hingga Kamis (12/1/2017) malam. Keinginan mereka untuk bertemu Presiden Joko Widodo tak terkabul.

Mereka hanya diterima Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki. Perwakilan mahasiswa, Bagus,, sempat menyampaikan kekecewaannya karena tidak dapat bertemu langsung dengan Presiden Jokowi.

"Tadi sudah diterima perwakilan mahasiswa, kami dialog ada empat poin yang disepakati bersama," kata Staf Kepresidenan Eko Sulistyo.

Poin pertama kesepakatan, Pemerintah RI diwakili Kepala Staf Kepresidenen menjamin tidak akan terjadi kelangkaan BBM bersubsidi di seluruh Indonesia.

Kedua, dampak kenaikan harga BBM tidak akan berdampak kenaikan harga bahan pokok, ketiga Pemerintah RI menjamin kenaikan listrik dilakukan untuk kepentingan rakyat dan tepat sasaran, jika tidak tepat sasaran dapat dilaporkan ke PLN dan akan mendapat subsidi.

Keempat, kenaikan harga pengurusan surat tanda nomor kendaraan (STNK) atau buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB) untuk meningkatkan pelayanan kepolisian dan ada sosialisasinya, seperti apa yang ingin ditingkatkan, dan Pemerintah RI menjaminnya, jika ada pelayanan yang tidak sesuai dapat dilaporkan.

Bagus menegaskan, jika ditemukan pelanggaran dalam waktu 90 hari, mereka akan datang lagi ke Istana Negara menggelar unjuk rasa.

Sampai pukul 19.45 WIB, massa mahasiswa yang berjumlah sekitar 500-800 orang itu masih bertahan di depan Istana Negara. Sebelumnya Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. M Iriawan memberi waktu bagi mereka hingga pukul 20.00 WIB untuk membubarkan diri.

Unjuk rasa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia, yang diberi nama Aksi Bela Rakyat 121, digelar serentak di 19 kota di Tanah Air. Termasuk di Pekanbaru, Riau. (ant/sfa)