City Portal of Pekanbaru


Diamankan FPI, mahasiswa berdalih tak tahu arti palu arit di kaosnya

kaos-palu-arit.jpg
(ist)

PEKANBARU - Seorang mahasiswa diamankan oleh Laskar Front Pembela Islam (FPI) Pekanbaru karena mengenakan baju kaos bergambar palu arit, lambang partai komunis. Mahasiswa itu kemudian diserahkan ke kepolisian.

Kasus ini masih didalami oleh Kepolisian Resor Kota Pekanbaru, terutama untuk mengungkap motif mahasiswa tersebut.

"Sedang kita proses dan masih kami dalami," kata Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol. Susanto kepada wartawan di Pekanbaru, Jumat (13/1/2017).

Mahasiswa berinisial Re, 24 tahun, diamankan Laskar FPI Provinsi Riau pada Kamis malam (12/1) sekitar pukul 20.00 WIB. Ketua FPI Riau Ade Hasibuan mengemukakan, pemuda tersebut diamankan satuan khusus FPI saat santap malam di dekat markas FPI Riau, Kecamatan Lima Puluh,

"Dia diamankan anggota kita saat sedang makan malam bersama kawan-kawannya di dekat markas kita," kata Ade.

Mendapati ada pemuda yang secara sengaja dan terang-terangan mengenakan kaos dengan simbol terlarang itu, Laskar FPI langsung menghubungi dirinya.

"Lalu saya minta agar diamankan dan dibawa ke markas. Tapi pesan saya ke anggota, jangan sampai ‘diapa-apakan’ pemuda itu," tuturnya.

Sesampai di markas, pemuda itu diketahui merupakan seorang mahasiswa semester tujuh salah satu perguruan swasta di Pekanbaru. Kepada FPI, pemuda tersebut mengaku baru saja pulang dari Malaysia dan membeli kaos itu dari negeri jiran.

"Dia bahkan mengaku tidak tahu makna lambang kaos yang dipakainya. Kan tidak masuk logika, seorang mahasiswa bisa tidak tahu itu lambang terlarang di negeri ini," urainya.

Setelah diperiksa intensif, FPI lalu meminta agar pemuda itu memanggil kedua orangtuanya. Orang tua pemuda itu sempat meminta maaf, namun FPI ingin proses hukum tetap berlanjut.

"Kita koordinasi dengan TNI dan Polisi, kemudian kita bawa dia ke Polsek Lima Puluh," jelasnya.

Lebih jauh, Ade mengatakan akan terus mengawal proses hukum terhadap pemuda tersebut. Ade menduga tidak mungkin Re berani memakai kaos itu dan tampil di muka umum apabila tidak ada jaringan di belakangnya.

"Apalagi kaos palu arit ini bukan yang pertama kali terjadi di Pekanbaru," sebut Ade, seperti dikutip dari antarariau

Kaos palu arit yang digunakan Ade tersebut bewarna hitam. Terdapat dua gambar palu arit, dengan ukuran kecil pada bagian depan dan ukuran besar bagian belakang. Selain itu, ada tulisan CCCP di atas lambang terlarang tersebut. (sfa)