City Portal of Pekanbaru


Temukan titik api di TNTN, Danlanud nyatakan perang terhadap pembakar lahan

danlanud.jpg
(ist)

PEKANBARU - Keberadaan sejumlah titik api (firespot) di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Pelalawan,dipastikan oleh Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Roesmin Nurjadin Pekanbaru Marsma TNI Henri Alfiandi.

Dia meminta pihak-pihak terkait untuk tidak menutup-nutupi fakta tersebut.

"Kami sudah temukan beberapa titik koordinat firespot di TNTN Pelalawan salah satunya di S 00 02 39.10" E10136 44.630"," ujar Danlanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Henri Alfiandi saat Rapat Koordinasi Antisipasi Bencana Karhutla Provinsi Riau 2017 di ruang Kenanga, Kantor Gubernur Riau, Jumat (13/1/2017).

Sejumlah titik api terpantau patroli udara Lanud RSN Pekanbaru dengan menggunakan helikopter, kemarin. Di sekitar titik api terlihat pula gubuk-gubuk liar yang diduga milik perambah liar yang membuka hutan alam untuk dijadikan perkebunan.

Henri mengatakan, saat ini kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sudah mulai terjadi, dan diminta agar semua instansi tetap bekerja tanpa menunggu perintah.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, pihaknya juga menemukan kegiatan pembalakan liar (illegal logging) di daerah Kerumutan Pelalawan.

"Illega logging merupakan awal dari pembukaan lahan. Saat ini kita sudah dapatkan titik koordinatnya tinggal tunggu tanggal mainnya saja," kata dia.

Dia mengajak Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau untuk buka-bukaan tentang semua data kebakaran hutan, baik di lahan yang bersengketa ataupun tidak. Sehingga bisa pencegahannya lebih cepat.

"Lakukan penegakan hukum, kita nyatakan perang untuk para pembakar hutan," tegas dia.

Fokus pencegahan

Menanggapi ditemukannya sejumlah titik api di Riau, Komandan Korem 031/Wirabima Brigjen TNI Nurendi mengatakan untuk lebih fokus di tindakan pencegahan.

"Kondisi saat ini masuk dalam tahap pencegahan, karena sesuai dengan perkiraan BMKG bahwa Riau akan memasuki musim kemarau," ujar Nurendi.

Ia juga menyebutkan bahwa ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh stakeholder yang ikut membantu pencegahan karhutla di Riau.

Hal yang perlu dilakukan seperti patroli kebeberapa lokasi yang disinyalir memiliki titik panas, sosialisasi, penyebaran himbauan, operasi yustisi yang lebih diperketat dan penegakan hukum.

Operasi yustisi sebaiknya lebih sering dan lebih diperketat lagi, sehingga bisa meminimalisir masuknya orang luar daerah Riau yang berniat melakukan pembakaran hutan dan lahan.

"Tanyakan secara detail apa kepentingn mereka datang kesini, jika dirasa mencurigakan silakan ditindak lebih lanjut," ujar Danrem, yang tahun lalu dipercaya menjabat sebagai Satgas Karhutla Riau.

Lebih lanjut pencegahan juga bisa dilakukan dengan pembinaan organisasi sesuai konsep pencegahan, perbaikan dan pengadaan peralatan penerapan pemadaman, pembuatan sekat kanal, sinergitas semua pihak, dan regulasi.

"Sekarang saatnya untuk memadamkan titik api yang sudah bermunculan sehingga tidak menyebar lebih luas lagi, dengan sinergitas semua pihak kita pasto bisa mengulang kesuksesan tahun lalu," ujarnya.

Dia berharap agar nama Riau di mata nasional dan internasional tidak lagi dikaitkan dengan asap, seperti telah dibuktikan pada 2016 lalu

"2017 Riau harus bebas asap," kata dia. (ant/sfa)