City Portal of Pekanbaru


Wahyu ada di mobil saat Satriandi tembak Jodi

satriandi.jpg
(ist)

PEKANBARU - Satriandi, mantan polisi, kini terancam hukuman mati karena menembak mati pemuda 21 tahun, Jodi Setiawan. Apalagi ia terindikasi kuat merencanakan pembunuhan itu dengan matang.

Ia diduga dibantu dua orang lainnya, yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka.

Tersangka terakhir yang ditetapkan Kepolisian Resor Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, adalah Wahyu alias Rama. "Tersangka ini (Wahyu) terlibat merencanakan pembunuhan tersebut," kata Kepala Satreskrim Polresta Pekanbaru Kompol Bimo Aryanto kepada pers di Pekanbaru, Kamis (12/1/2017).

Dengan ditetapkannya Wahyu (30) sebagai tersangka, secara keseluruhan jumlah tersangka kasus penembakan yang menghebohkan itu adalah tiga orang.

Wahyu, kata Bimo ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan keterangan dan alat bukti yang kuat. Hasil penyidikan, kata dia, tersangka ini berada di dalam mobil saat Satriandi (29) menembak mati Jodi pada akhir pekan lalu.

Bahkan, Wahyu yang tidak lain merupakan keponakan tersangka Satriandi itu sempat berusaha menghabisi korban dengan cara 'supranatural'. Namun upaya itu tidak berhasil.

Selain Satriandi sebagai otak pelaku dan Wahyu, kepolisian sebelumnya menetapkan seorang wanita muda bernama Putri (27) sebagai tersangka. Putri berperan memancing Jodi keluar, dengan mengajak bertemu di satu tempat, hingga kemudian dihabisi oleh Satriandi dengan tembakan pistol rakitan.

Jodi tewas tepat di depan pintu rumah warga, Eddi Tias (64), Jalan Hasanuddin, Kelurahan Rintis, Kecamatan Limapuluh, Pekanbaru, Sabtu (7/1/2017) malam sekitar pukul 23.30 WIB, dengan dada kiri ditembus peluru hingga punggung.

Kurang dari 24 jam usai penembakan, Satriandi ditangkap Satreskrim Polresta Pekanbaru di Padang Panjang, Sumatera Barat, Minggu (8/1/2017) malam.

Satriandi kepada polisi mengaku ia melakukan penembakan itu karena dendam kepada Jodi dan juga karena persaiangan bisnis narkoba. Keduanya diduga sama-sama bandar narkoba.

Belakangan juga terungkap, Satriandi ternyata tersangka mantan anggota kepolisian yang dipecat karena kasus narkoba pada 2015. Di tahun yang sama, ia digerebek di sebuah hotel di Pekanbaru terkait kasus kepemilikan ribuan butir pil ekstasi. Ia nekat melompat dari hotel sehingga senpat kritis.

Hebatnya, Satriandi bisa lolos dari jeratan hukum dengan berpura-pura mengalami gangguan jiwa. (ant/sfa)