City Portal of Pekanbaru


Sukses pandu debat, Ira Koesno masih galak tapi juga awet muda

koesno-ira.jpg
(ist)

JAKARTA - Debat publik pertama Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2017 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (13/1/2017) malam, berlangsung dengan sukses. Itu tidak lepas dari kepiawaian sang moderator, Ira Koesno, dalam memimpin jalannya debat.

Mantan jurnalis itu tegas dan lugas, sehingga secara keseluruhan dapat mengendalikan jalannya debat. Selain itu, yang tak kalah pentingnya, orang-orang terpesona dengan penampilannya nan cantik dan awet muda!

Seperti tak ada yang berubah dari penampilan Ira Koesno, bahkan dapat disebut lebih muda, dibanding ketika ia dulu tenar dengan wawancara ‘cabut gigi’ dengan mantan Menteri Negara Lingkungan Hidup, Sarwono Kusumaatmadja, pada 1998 lalu, jelang kejatuhan Soeharto dan rezin Orde Baru.

Itu artinya sudah 19 tahun berlalu sejak wawancara yang menyinggung penguasa Orde Baru tersebut.

Lalu apa rahasia wanita dengan nama lengkap Dwi Noviratri Koesno itu dalam memimpin debat cagub DKI Jakarta?

Menjawab itu, Ira Koesno menyebut improvisasi saat debat berlangsung. "Tadi itu moderator sempit ruangannya. Tapi panelis KPU Jakarta memberikan ruang yang cukup leluasa bagi saya untuk bisa berimprovisasi sehingga muncullah pertanyaan-pertanyaan itu kepada pasangan calon," kata Ira kepada wartawan usai debat..

Ira mengatakan, KPU DKI Jakarta tak hanya menginginkan debat untuk menyampaikan program pasangan calon (paslon) saja. Debat juga dikemas agar dapat menjadi tontonan menarik.

"Pihak KPUD DKI itu ingin punya standar kira-kira bagaiamana pelaksanaannya karena itu harus meliputi dua. Jadi secara konten secara tema itu delivered sesuai apa yang disampaikan. Tapi sesuai flow, alur itu juga menarik untuk ditonton," paparnya.

Ira juga menilai keseluruhan penyelenggaraan debat yang berlangsung malam tadi. Menurutnya, dalam sesi 4 dan 5 tiap pasangan calon dapat lebih tajam dalam menyampaikan program.

"Sesi 4 dan 5 itu harusnya lebih tajam. Tapi sekali lagi kalau kita dibatasi oleh waktu begitu ya, jadi ini kan jadi agak repot. Moderator tak diperbolehkan menajamkan di tengah-tengah karena hitungan keadilan itu dari timsesnya. Berdasarkan durasi waktu yang agak lebih menyulitkan dan ini kultur Indonesia sekali di mana hitungan keadilan masih seperti itu," tutur Ira.

Tegas dan lugas

Ira Koesno menempuh pendidikannya di jurusan Akuntasi, Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia. Wanita kelahiran 30 November 1969 tersebut lantas mulai terjun ke dunia jurnalistik pada tahun 1996.

Tadi malam saat menjadi moderator debat pertama calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ira tampil profesional. Ia engenakan blouse hitam dengan detail ruffle di bagian dada. Ia melengkapi busananya dengan blazer berwarna khaki dengan sentuhan garis hitam di kerah dan kantungnya.

Detail kancing hitam di lengan dan bagian median pun menambah manis penampilannya. Dengan pipe pants hitam, Ira pun tampil begitu rapi dan profesional.

Penampilan itu menunjang performa wanita 47 tahun ini sebagai moderator debat. Gaya bicaranya yang lugas dan tegas membuat jalannya debat lebih lancar dan tajam.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta memilih Ira Koesno karena ia dinilai berpengalaman. Tentu saja, pengalaman Ira sebagai jurnalis sudah sangat kaya.

Selama karier jurnalistiknya, Ira Koesno telah melalui sejumlah peristiwa. Mulai dari meliput langsung peristiwa darurat militer di Aceh, hingga wawancaranya terkenal sekaligus kontroversialnya dengan mantan Menteri Negara Lingkungan Hidup, Sarwono Kusumaatmadja pada 1998 soal 'cabut gigi'. Cabut gigi itu berkonotasi menurunkan Soeharto, penguasa Orde Baru yang ketika itu tengah digoyang dimana-mana. Ira pun dianggap sangat berani karena menyinggung Soeharto.

Gaya tegas dan galak Ira Koesno masih belum luntur saat menjadi moderator debat tadi malam. Saat membacakan aturan dan tata tertib debat, Ira menyebutkan dengan tegas bahwa penonton yang mengikuti acara dilarang bertepuk tangan, kecuali di awal sesi dan saat akan berakhirnya sesi, atau diminta penyelenggara acara. (trt/dtc/lp6/sfa)