City Portal of Pekanbaru


Pria 50 tahun sembunyikan setengah kilogram sabu di tas sandang

barang-bukti-sabu.jpg
(ist)

PEKANBARU - Satu paket besar sabu, dengan berat lebih dari setengah kilometer, disita polisi dari seorang bandar narkoba di Kota Dumai. Barang haram itu disembunyikan di tas sandang.

Pengungkapan kasus narkoba oleh Satuan reserse narkoba Kepolisian Resor Dumai, Provinsi Riau, tersebut berkat informasi dari masyarakat.

"Sabu-sabu seberat 530,4 gram berhasil disita jajaran dari seorang pelaku berinisial ABP," kata Kepala Bidang Humas Polda Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo di Pekanbaru, Minggu.

Guntur menjelaskan barang sabu-sabu tersebut disita dari seorang bandar di kawasan pelabuhan Purnama, Sabtu (14/1/2017) malam sekitar pukul 21.30 WIB.

Bandar narkoba berinisial ABP (50) itu merupakan target utama kepolisian. Hal itu didasari sejumlah pengungkapan dan informasi masyarakat kerap terjadi transaksi narkoba di tempat kejadian perkara.

Saat ditangkap, pelaku sempat berusaha menolak. "Namun, kita berhasil menemukan barang bukti sabu-sabu itu didalam tas sandangnya," ujar Guntur.

Hasil pemeriksaan sementara, pelaku yang kini diamankan di Mapolres Dumai diketahui warga Kabupaten Bengkalis.

"Pelaku merupakan warga asal Pulau Rupat, Bengkalis," tuturnya.

Polisi masih terus mengembangkan pengungkapan ini guna mencari tahu dari mana asal sabu-sabu tersebut. Termasuk juga mendalami apakah pelaku bagian dari jaringan internasional yang kini marak di Riau.

Pulau Rupat dan Kota Dumai merupakan dua wilayah yang saling berhadapan. Keduanya terletak persis di bibir Selat Malaka.

Aksi penyelundupan narkoba melalui negeri jiran Malaysia ke Riau cukup marak terjadi. Dalam beberapa kesempatan, jajaran Polda Riau berhasil menyita sabu-sabu dan ekstasi dalam jumlah besar.

Kapolda Riau Irjen Pol. Zulkarnain menyatakan genderang perang melawan narkoba. Dia mengatakan tidak segan menindak tegas pengedar, bandar dan penyelundup narkoba. Termasuk melumpuhkan pelaku menggunakan senjata api jika saat penangkapan berusaha melawan dan melarikan diri. (ant/sfa)