City Portal of Pekanbaru

Pemko akan pangkas THL, terutama yang tua-tua dan anak-anak

kebersihan-kota.jpg
(ist)

PEKANBARU - Efisiensi keuangan daerah pada 2017 ini memaksa Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melakukan kebijakan ketat dalam banyak bidang. Termasuk melakukan evaluasi kinerja honorer atau Tenaga Harian Lepas (THL) di seluruh satuan kerja (Satker).

"Untuk mengevaluasi THL Pemko sudah bentuk tim yang diketuai oleh Kepala Inspektorat," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekanbaru M Noer, Minggu (15/1/2017).

Tim akan bekerja melakukan evaluasi terhadap semua THL yang jumlahnya kini ribuan pada semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk didata ulang sesuai kriteria, yang sudah disepakati dalam mempekerjakan honor.

"Kita berharap ada pengurangan karena ini berpengaruh dengan kemampuan keuangan Pemko," kata M Noer.

Dari evaluasi ini diharapkan Pemko Pekanbaru akan mempekerjakan THL yang kuat sehat dan tidak melanggar usia kerja yang diatur UU.

"Kami tidak mau juga dianggap mempekerjakan orang yang tidak pantas dipekerjakan seperti sudah tua bahkan masih anak-anak," tegasnya.

Sehingga ada aturan dan batasan umur yang harus dipenuhi sebagai THL di Pekanbaru.

M Noer menjelaskan analisa atau evaluasi yang dilakukan ini bertujuan agar tidak ada THL yang bekerja mubazir. Selain juga agar tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Pekanbaru yang sejak tahun lalu mengalami defisit.

"Adanya pengurangan ini untuk menyesuaikan kekurangan keuangan kita 2017," tegasnya lagi.

Sekaligus sambung dia untuk menertibkan administrasi THL. Diakuinya selama ini dalam proses penjaringan honorer tanpa proses dan tertib administrasi dan seleksi yang ketat. Sehingga ada THL yang tidak mampu bekerja sesuai standar.

"Misalkan ada yang usianya lewat, Sekarang kami minta semua SKPD segera melaporkan hasil evaluasi," katanya.

Apalagi untuk THL adalah petugas lapangan yang membutuhkan tenaga dalam melayani masyarakat. Jadi tidak mungkin yang dipekerjakan orangtua dan anak-anak, sementara yang diharapkan itu tenaganya.

Ditanya berapa jumlah THL yang akan dikurangi, M Noer mengaku belum bisa pastikan karena tim sedang mengumpul data.

"Masing-masing Satker sedang menganalisa kebutuhan, kepantasan dan kewajaran, yang penting bagaimana efektif dan efisien," terang dia.

"Jangan sampai ada yang mubazir dalam bekerja. Mudah-mudahan dengan efektivitas dan efisiensi, juga membantu kekurangan anggaran kita," tegasnya.

Ia minta profesional dan proporsional SKPD untuk menyampaikan ke tim dan bulan ini sudah selesai.

"Kita berharap bulan ini dilaporkan semua karena menyangkut anggaran," kata dia mengakhiri, seperti dikutip dari antaranews.

Seperti diketahui, Pemko Pekanbaru setiap tahunnya menggelontorkan dana hingga lebih kurang Rp 150 miliar untuk membayar honor dan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi tenaga harian lepas (THL) yang bekerja di lingkungan Pemko Pekanbaru.

Saat ini jumlah THL yang ada dilingkungan Pemko Pekanbaru tidak kurang dari 5.847 orang.

Setiap bulannya mereka rata-rata mendapatkan bayaran lebih kurang Rp2,1 juta, di luar THR sebesar Rp450 ribu. Artinya dalam satu tahun Pemko Pekanbaru harus mengeluarkan dana dari uang rakyat yang masuk di Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah (APBD) lebih kurang Rp25,65 juta untuk satu THL. (sfa)