City Portal of Pekanbaru

Polisi hentikan kasus Bupati Katingan dan selingkuhan, kok bisa?

katingan.jpg
(ist)

PALANGKA RAYA - Bupati Katingan Ahmad Yangtenglie, yang digelandang dari kamar kos seorang yang diduga selingkuhannya, lepas dari jeratan hukum. Pasalnya, kasus itu resmi dihentikan Polda Kalimatan Tengah.

Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) menerbitkan surat penghentian perkara (SP3) kasus perzinaan Bupati Katingan Ahmad Yantenglie (AY) dengan seorang perempuan, Farida Yeni (FY), yang telah bersuami.

Penerbitan SP3 itu setelah SH selaku pelapor sekaligus suami FY mencabut laporan perkara asusila tersebut di Polda Kalteng. Demikian disampaikan Kabid Humas Polda Kalteng AKBP Pambudi Rahayu di Palangka Raya, Kamis (19/1/2017).

"Pencabutan laporan itu disampaikan pada Senin (16/1/2017). Kasus asusila ini kan delik aduan absolut, jadi kapan saja pelapor dapat mencabut laporannya. AY dan FY juga tidak perlu lagi wajib lapor," kata dia.

Perkara perzinaan Bupati Katingan Ahmad Yangtenglie dengan Farida Yeni bermula ketika SH, yang merupakan seorang anggota kepolisian, menggerebek keduanya tanpa busana di dalam kamar sebuah rumah kos di Jalan Nangka, Katingan, Kamis dini hari, 5 Januari 2017.

SH pun melaporkan perzinaan itu ke Polres Katingan dan langsung dilimpahkan ke Polda Kalteng. Keesokan harinya, Polda Kalteng menetapkan keduanya sebagai tersangka dengan barang bukti antara lain ceceran sperma.

"AY dan FY mengakui perbuatannya dan ada bukti sperma. Kita tetap akan melakukan pemeriksaan secara intensif. Tapi kita tidak melakukan penahanan dan hanya wajib lapor karena ancaman hukumannya sembilan bulan," kata Direktur Kriminal Umum Polda Kalteng Kombes Pol. Gusde Wardana, ketika itu.

Polisi telah memeriksa dan meminta keterangan Bupati Katingan Ahmad Yangtenglie, Farida Yeni, SH dan kedua anaknya terkait perkara itu. Kepada polisi, Ahmad Yangtenglie dan Farida Yeni mengaku sudah menikah sir di Bogor, Jawa Barat.
"AY dan FY sama-sama mengakui telah melaksanakan nikah siri di Bogor, Provinsi Jawa Barat," kata Gusde.

Pengakuan itu cukup mengejutkan, karena pada sisi lain Farida Yeni, yang merupakan pegawai negeri di kabupaten sama, masih memiliki suami yakni SH, seorang polisi.

Lolos dari jeratan hukum, apakah Ahmad Yangtenglie juga dari proses politik di DPRD Katingan yang kini hendak memakzulkannya?

Sebanyak 19 Anggota DPRD Kabupaten Katingan sudah melakukan rapat internal dan sepakat membentuk panitia khusus (pansus) untuk menindaklanjuti kasus tersebut, Senin (17/1/2017) lalu.

Ketua DPRD Katingan Iqnatius Mantir L Nussa usai memimpin rapat internal itu mengatakan anggota yang tergabung dalam pansus tersebut yakni, Kariyadi, Herman Primansyah, Eterly, Riming, Ramba, Saufudi, Fahmi Fauzi, Bakti Gunawan, Sugianto, Marserius, dan Esen Hoper.

"Kami berikan waktu kepada Pansus ini untuk menangani masalah perzinaan yang dilakukan Bupati Katingan," kata Mantir. (sfa)