City Portal of Pekanbaru

Rohul dan Dumai siaga darurat bencana kabut asap

karhutla.jpg
(ist)

PASIR PENGARAIAN - Dua daerah di Riau, Rokan Hulu dan Kota Dumai, menetapkan status siaga darurat bencana kabut asap kebakaran hutan dan lahan menyusul terpantaunya sejumlah titik api dalam beberapa waktu terakhir.

"Hasil koordinasi seluruh pemangku kepentingan, BPBD, TNI, Polri, Rokan Hulu menetapkan status siaga darurat bencana asap akibat Karhutla hingga akhir Mei 2017," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rokan Hulu Aceng Hardiana, Kamis (19/1/2017).

Aceng menuturkan bahwa status siaga itu ditetapkan langsung oleh Pelaksana Tugas Bupati Rokan Hulu, Sukiman. Penetapan status dilakukan pada 16 Januari 2017 hingga empat bulan ke depan 31 Mei 2017.

Alasan pertama penetapan status tersebut adalah mulai terpantaunya titik-titik api oleh Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru di Rokan Hulu.

"Kita tidak bisa pungkiri, BMKG merilis titik api terus terpantau di sejumlah wilayah Riau, salah satu penyumbangnya Rokan Hulu," ujarnya.

Selain itu, BMKG juga menyatakan Riau akan segera menghadapi musim kemarau yang diprediksi hingga April mendatang.

"Sementara saat ini kebakaran sudah mulai terjadi di wilayah kita. Kebakaran mayoritas terjadi di daerah isolasi yang jauh dari jangkauan," ujarnya.

Untuk itu, dengan adanya penetapan status tersebut maka diharapkan Pemerintah Provinsi Riau dapat mempertimbangkan untuk mengajukan bantuan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Bantuan itu, lanjutnya, diharapkan berupa helikopter water bombing sehingga pemadaman di daerah yang sulit dijangkau dapat dilakukan secara maksimal.

"Kebakaran sekarang terjadi di daerah yang sulit dijangkau. Ini menjadi kendala. Solusinya dengan pengeboman air. Memang sudah harus dibutuhkan," urainya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Riau, Jim Gafur menjelaskan selain Rokan Hulu, status yang sama juga telah ditetapkan di Kota Dumai.

"Rokan Hulu dan Dumai sudah menetapkan status siaga darurat. Untuk Dumai saya lupa kapan penetapnnya. Tapi mereka berdekatan," kata Jim kepada Antara.

Menurut Jim, langkah penetapan status siaga darurat itu dinilai penting. Ini menyusul prediksi BMKG yang menyatakan Riau segera memasuki musim kemarau.

"Meski hari ini hujan dan tidak terpantau titik api, tapi antisipasi ini kita lakukan dalam jangka panjang," jelas Jim.

Pemprov Riau siaga

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Riau kan segera menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan sebagai upaya memaksimalkan pencegahan dan penanggulangan bencana tahunan tersebut.

"Penetapan status siaga ini untuk memaksimalkan pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Riau," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger di Pekanbaru, Kamis.

Edwar mengatakan penentuan status siaga darurat Karhutla Riau akan dibahas pada Senin (23/1/2017) mendatang, yang rencananya dipimpin langsung Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman.

BMKG stasiun Pekanbaru mulai mendeteksi munculnya titik-titik panas yang mengindikasikan adanya kebakaran hutan dan lahan di Riau dalam dua pekan terakhir. Berdasarkan data BMKG, titik panas menyebar di Kabupaten Rokan Hilir, Siak, Pelalawan, Kuantan Singingi dan Indragiri Hulu serta Kota Pekanbaru. (ant/sfa)