City Portal of Pekanbaru


Tanggap dan sigap, warga beramai-ramai padamkan kebakaran lahan

lahan-terbakar.jpg
(ist)

PEKANBARU - Masyarakat mulai sadar dan tanggap dengan segera bertindak begitu melihat kebakaran lahan. Seperti ditunjukkan warga di Jalan Sidorukun RT 05 RW 03 Kelurahan Bandar Raya Kecamatan Payung Sekaki, Rabu (18/1/2017) malam.

Tak cuma melapor ke pihak berwenang, warga bersama polisi dan petugas dinas pemadam berjibaku memadamkan kebakaran semak belukar seluas satu hektare di Jl Sidorukun.

"Seorang warga menghubungi dinas pemadam dan Polisi Sektor Payung Sekaki, serta memberitahukan warga lainnya untuk bergotong royong memadamkan api dengan menggunakan selang pompa air dan alat seadanya," kata Kapolres Pekanbaru Kombes Pol. Susanto, Kamis (19/1/2017).

Lahan satu hektare di Jalan Sidorukun RT 05 RW 03 Kelurahan Bandar Raya Kecamatan Payung Sekaki yang terbakar itu diketahui milik Johan. Ia sendiri tinggal jauh di Jalan Pemuda Perumahan Pondok Mutiara Kelurahan Tirta Siak Kecamatan Payung Sekaki, yang berjarak beberapa kilometer.

Kebakaran diketahui setelah seorang warga Nainggolan pada Rabu (18/1/2017) malam sekira pukul 19:00 WIB, melintasi Jln. Sidorukun. Dia melihat kepulan asap yang berasal dari lahan kosong itu.

Selanjutnya ia menghubungi Ali yang diketahui sebagai penjaga lahan. Pada lahan kosong tersebut sebagian sudah didirikan tembok dengan ketinggian dua meter.

Belum diketahui penyebab kebakaran, namun diduga kuat dibakar. Salah seorang warga, Roni menceritakan, awalnya warga bersama-sama berinisiatif memadamkan api. Setelah itu baru datang satu unit mobil pemadam kebakaran.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai diwaspadai di awal tahun ini, dengan bermunculannya sejumlah titik panas (hotspot) di Riau dalam dua pekan terakhir. Seperti diketahui titik panas merupakan indikasi awal terjadinya kebakaran hutan lahan.

Kepala Badan Metereologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru Sugarin mengatakan, Pemerintah Provinsi Riau perlu segera menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan.

"Titik panas terus muncul. Kami akan segera berkomunikasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dalam minggu ini mengenai kondisi terkini agar pemerintah sedini mungkin untuk menetapkan status siaga darurat karhutla," kata dia. (ant/sfa)