City Portal of Pekanbaru


Dengan duit Rp 100 ribu sudah bisa investasi saham lho!

literasi.jpg
(ist)

PEKANBARU - Dikenal sebagai daerah kaya, dan memiliki peluang investasi yang sangat besar, literasi atau tingkat pengetahuan publik mengenai pasar modal di Riau tergolong masih rendah.

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Riau mencatat, sebagian besar masyarakat di Riau tidak memahami apa itu investasi dan jenisnya. Khususnya pasar modal.

"Sementara, peluang investasi di Riau ini sangat besar sekali, oleh sebab itu kami terus berupaya meningkatkan literasi dengan mempercepat penyebaran informasi," kata Kepala Cabang PT BEI Perwakilan Riau Emon Sulaiman di Pekanbaru, Jumat (20/1/2017).

Dia mengungkapkan, dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat seputar pasar modal diharapkan dapat memicu semangat dari masyarakat untuk memulai kegiatan ekonomi mereka di pasar modal.

"Pasar modal ini berpotensi bagi semua kalangan, namun dengan catatan memiliki pemikiran yang optimis tentang masa depan perekonomiannya," ujarnya.

Ia menyampaikan beberapa waktu lalu juga telah dilakukan literasi dan edukasi tentang investasi melalui sekolah pasar modal untuk para difabel di Jakarta.

"Investasi dapat dilakukan oleh siapa saja, tidak hanya kalangan tertentu atau seperti pemikiran sebagian masyarakat yang menganggap bahwa investasi hanya untuk orang kaya," jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa investasi dapat dimulai dengan modal Rp100 ribu saja, dan nantinya dengan modal itu akan dibuatkan rekening saham.

"Sebenarnya dengan Rp5 ribu juga sudah dapat membeli saham, namun belum bisa membuka rekening," ujarnya.

Terkait keraguan masyarakat yang menilai investasi ini tidak syariah, lanjutnya, pihaknya juga memiliki investasi syariah yang bekerja sama dengan BCA Syariah serta Bank Syariah Mandiri.

"Selain itu kami juga bekerjasama dengan universitas islam melalui galeri investasi syariah, dan saat ini melalui galeri itu sudah tercatat sebanyak 250 investor yang terdiri dari dosen serta mahasiswa," jelasnya.

Ia mengatakan bahwa kedepannya kegiatan literasi dan edukasi pasar modal ini akan lebih ditingkatkan dari tahun sebelumnya.

"2016 lalu, kami mengadakan kegiatan sebanyak 313 kali, dan rencananya di 2017 ini akan lebih dimaksimalkan, dengan begitu diharapkan masyarakat dapat menilai mana investasi yang benar dan mana yang bodong," kata dia, seperti dikutip dari antarariau. (sfa)